RADAR SURABAYA - Sepanjang tahun 2025, KAI Daop 8 Surabaya berhasil
mengamankan sebanyak 2.649 barang milik penumpang yang tertinggal di
area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta api, dengan perkiraan
total nilai mencapai Rp 1,62 miliar.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro, menyampaikan bahwa dari
total barang yang tercatat, terdiri atas 418 barang berharga, 2.177
barang biasa, serta 54 barang berupa makanan.
Baca Juga: Samator Optimistis Tundukkan Garuda Jaya di Laga Penutup Putaran Pertama Proliga 2026
"Dari total 2.649 barang yang berhasil diamankan sepanjang tahun
2025, sebanyak 903 barang telah berhasil dikembalikan kepada
pemiliknya, 1.272 barang diserahkan kepada dinas sosial, serta 441
barang lainnya masih dalam proses penelusuran kepemilikan sesuai
dengan prosedur yang berlaku," tutur Mahendro, Kamis (29/1).
Barang temuan yang tidak langsung diambil akan diamankan di Pos
Pengamanan KAI yang tersebar di stasiun-stasiun besar, seperti
Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang.
Saat pengambilan, pelanggan diwajibkan menunjukkan identitas diri
sebagai bagian dari proses verifikasi kepemilikan barang.
"Setelah laporan diterima, petugas KAI akan segera melakukan
penelusuran dan pencarian. Apabila barang ditemukan dalam waktu
singkat, barang akan langsung dikembalikan kepada pemiliknya. Jika
belum ditemukan, penumpang akan terus dihubungi secara berkala
terkait perkembangan pencarian barang tersebut," jelasnya.
Baca Juga: Bunga Segar Masih Jadi Primadona Termasuk di Surabaya, Tren Florist 2026 Mengarah ke Alam
Apabila barang ditemukan di area stasiun atau di dalam kereta,
informasi juga akan diumumkan melalui pengeras suara. Sementara itu,
untuk barang berupa makanan olahan yang tidak diambil dalam waktu
lebih dari 1 x 24 jam, akan dilakukan pemusnahan sesuai ketentuan,
guna menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan stasiun.
Seluruh barang temuan akan diberi label identifikasi, diverifikasi,
dan dicatat ke dalam sistem database lost and found KAI yang
terintegrasi secara nasional, sehingga memudahkan pelacakan barang
berdasarkan ciri-ciri yang dilaporkan. Penumpang pun dapat melaporkan
kehilangan di stasiun manapun di wilayah operasional KAI.
“Meski layanan Lost and Found terus kami tingkatkan, kami tetap
mengimbau pelanggan untuk selalu waspada dan memastikan barang
bawaannya sebelum meninggalkan kereta maupun area stasiun,” katanya. (*)