RADAR SURABAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo memfasilitasi layanan transportasi sekolah gratis guna mendukung akses pendidikan yang aman dan terjangkau bagi pelajar.
Pada tahap awal, Dishub menyiapkan lima unit bus sekolah untuk melayani lima rute dengan tingkat kepadatan pelajar tinggi di sejumlah wilayah Sidoarjo.
Baca Juga: Begini Kronologi Kecelakaan Tabrak Lari di Desa Jabaran Balongbendo Sidoarjo
Fasilitasi angkutan sekolah gratis ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam menyediakan sarana transportasi yang aman bagi siswa, sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saat jam berangkat dan pulang sekolah.
Kepala Dishub Sidoarjo, Budi Basuki, menjelaskan bahwa penentuan rute bus sekolah dilakukan berdasarkan kajian kebutuhan dan kepadatan pelajar di berbagai wilayah.
Baca Juga: Diduga Tercemar Limbah Industri, Sungai Bono Sidoarjo Kembali Berbusa Putih Pekat dan Ikan Mati
“Tahun ini kami merencanakan pengadaan lima unit bus untuk angkutan sekolah gratis. Seluruh rute telah kami kaji agar tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan pelajar,” ujar Budi kepada Radar Sidoarjo, Kamis (29/1).
Hasil kajian tersebut menetapkan lima rute yang dinilai layak melayani sekolah-sekolah di Sidoarjo. Setiap rute akan dilayani oleh satu unit bus sekolah.
Baca Juga: Layanan Kesehatan Warga Terjamin, Sidoarjo Raih UHC Award 2026 Kategori Madya
Koridor yang disiapkan meliputi rute Waru–Candi, Candi–Waru, serta rute dari Porong, Wonoayu, dan Krian menuju wilayah tengah Kota Sidoarjo.
Selain rute, Dishub juga menyiapkan titik kumpul utama serta mengatur waktu tempuh perjalanan agar pelajar dapat tiba di sekolah tepat waktu.
Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Gudang Rongsokan di Sukodono Sidoarjo, Temukan Puluhan Motor dan Mobil
“Jam tempuh sudah kami perhitungkan secara detail, mulai dari titik keberangkatan hingga pemberhentian. Dengan begitu, siswa bisa menyesuaikan waktu dan tidak terlambat masuk sekolah,” jelasnya.
Bus sekolah gratis ini direncanakan mulai beroperasi pukul 05.30 WIB pada hari sekolah. Setiap unit bus diperkirakan mampu mengangkut sekitar 35 penumpang dalam satu kali perjalanan.
Dishub menargetkan layanan transportasi sekolah gratis tersebut mulai beroperasi pada Juli 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru dan masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Target kami Juli, sehingga layanan ini bisa langsung mendukung kelancaran tahun ajaran baru,” tegas Budi.
Ke depan, Dishub membuka peluang penambahan armada bus sekolah, menyesuaikan hasil evaluasi dan kebutuhan di lapangan.
“Jika evaluasi menunjukkan minat dan kebutuhan pelajar cukup tinggi, tidak menutup kemungkinan armada akan kami tambah,” tandasnya.
Program angkutan sekolah gratis ini diprioritaskan bagi pelajar tingkat SMP dan SMA. Sementara itu, siswa SD belum menjadi sasaran karena jarak sekolah yang umumnya relatif dekat dengan tempat tinggal. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista