Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Isu APBN Kosong pada Februari 2026 Mengemuka, Rocky Gerung Kritik Arah Kebijakan Ekonomi

Muhammad Firman Syah • Senin, 26 Januari 2026 | 08:50 WIB
Rocky Gerung mengungkapkan bahwa APBN akan mengalami kekosongan di bulan Februari.
Rocky Gerung mengungkapkan bahwa APBN akan mengalami kekosongan di bulan Februari.

 

RADAR SURABAYA – Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung kembali memantik kegaduhan di ruang publik. Dalam sebuah tayangan video yang beredar luas di media sosial, Rocky menyoroti potensi guncangan ekonomi nasional akibat isu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disebut berisiko kosong pada awal 2026.

Mengutip unggahan video Instagram, Rocky menyebut kekosongan APBN itu diperkirakan terjadi pada Februari. Ia menilai kondisi tersebut lahir dari pertemuan antara tekanan data makro ekonomi dan frustasi elite politik yang telah berlangsung sejak sekarang.

Situasi diperparah oleh proses pergantian menteri yang dinilai tidak berjalan optimal. Ketidakpastian di level kebijakan ini, menurut Rocky, turut memberi dampak serius terhadap pengelolaan fiskal negara.

“Akhir tahun udah nggak ada uang daerah itu,” ujar Rocky.

Rocky menjelaskan, APBN baru sejatinya mulai disusun pada Maret. Namun hingga kini, ia melihat masih terjadi kekosongan yang berlarut. Di saat yang sama, tekanan global juga terus meningkat seiring berkembangnya isu internasional dalam skala kerusakan ekonomi dunia.

Menurutnya, seluruh akumulasi persoalan tersebut akan terasa paling kuat pada Januari dan Februari. Ia menyebut Januari sebagai fase akhir penghabisan belanja konsumsi tahunan. Memasuki bulan puasa, Rocky memprediksi akan terjadi kontraksi ekonomi yang tak terhindarkan.

“Sementara kita gak tahu dapet uang dari mana,” tambah Rocky.

Kondisi tersebut, lanjut Rocky, berkontribusi pada melemahnya kepercayaan global terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi. Performa ekonomi, lingkungan, dan politik nasional yang dinilai belum solid membuat persepsi investor semakin berhitung.

Rocky juga menyinggung optimisme Presiden terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai optimisme itu cenderung irasional jika tidak ditopang fondasi fiskal yang kuat. Bahkan dengan suntikan dana sebesar Rp200 triliun dari Menteri Purbaya, Rocky menegaskan pertumbuhan ekonomi tetap sulit dicapai dalam waktu dekat. (shf/fir)

 

Editor : M Firman Syah
#ekonomi #rocky gerung #kebijakan