RADAR SURABAYA — Dua bulan setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara, sebanyak 41 orang masih dinyatakan hilang.
Sementara itu, 375 korban meninggal dunia telah berhasil ditemukan oleh tim pencarian dan evakuasi.
Data tersebut berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Sumatra Utara per 25 Januari 2026.
Bencana yang terjadi pada 24 November 2025 itu berdampak pada 20 kabupaten/kota, dengan jumlah warga terdampak mencapai 1.804.835 jiwa dan 121 orang mengalami luka-luka.
Pencarian Korban Masih Berlangsung
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumatra Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan upaya pencarian korban hilang masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Hingga kini, pencarian terhadap korban yang belum ditemukan terus dilakukan sesuai prosedur dan kondisi lapangan,” ujar Sri Wahyuni, Minggu (2Duni dikutip dari CNN.
Ia merinci, jumlah korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 130 orang meninggal dan 34 orang hilang.
Di Kabupaten Tapanuli Selatan, korban meninggal dunia mencapai 93 orang dengan empat orang masih hilang.
Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Utara, sebanyak 36 orang meninggal dunia dan dua orang dinyatakan hilang. Di Kabupaten Humbang Hasundutan, tercatat 10 korban meninggal dan satu orang hilang.
Sebaran Korban di Wilayah Lain
Korban meninggal dunia juga tercatat di sejumlah daerah lainnya, antara lain:
Kota Sibolga: 55 orang
Kota Medan: 12 orang
Kabupaten Deliserdang: 17 orang
Kabupaten Langkat: 16 orang
Kabupaten Pakpak Bharat: 2 orang
Kota Padangsidimpuan: 1 orang
Kabupaten Nias Selatan: 1 orang
Kabupaten Nias: 2 orang
Ribuan Warga Masih Mengungsi
Selain menelan korban jiwa, banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara juga menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, ratusan warga masih bertahan di sejumlah titik pengungsian.
Pengungsi tercatat berada di SMAN 1 Tukka sebanyak 645 jiwa, SDN 2 Sipange sebanyak 162 jiwa, Simpang Sipange (Tanah Merah) sebanyak 564 jiwa, Gereja HKBP Batu Bolon sebanyak 111 jiwa, Kebon Pisang sebanyak 135 jiwa, serta Posko Aek Horsik sebanyak 348 jiwa.
Baca Juga: Woodball Jatim Pasang Target Besar, Cetak Atlet Nasional hingga Dunia
Sementara itu, pengungsian terpusat di Kabupaten Tapanuli Selatan berada di Desa Marsada, Kecamatan Batang Toru, dengan jumlah pengungsi dari Desa Pengkolan sebanyak 298 jiwa.
Fokus Pemulihan Infrastruktur
Sri Wahyuni menambahkan, sebagian besar daerah terdampak telah menetapkan status transisi dari tanggap darurat ke pemulihan. Namun, beberapa wilayah telah menyatakan proses penanganan bencana selesai.
Selain pencarian korban hilang, BPBD Sumatra Utara kini memprioritaskan percepatan pemulihan infrastruktur dan akses masyarakat di wilayah terdampak, khususnya di daerah yang sempat terisolasi akibat banjir dan longsor.
“Pemulihan akses jalan, jembatan, dan fasilitas dasar menjadi prioritas agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal,” tuturnya.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan