RADAR SURABAYA - Bencana tanah longsor yang melanda Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengungkap adanya alih fungsi lahan di kawasan perbukitan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut area sekitar longsor merupakan kebun dengan plastik mulsa yang dibuka hingga ke puncak bukit.
“Faktornya sudah bisa kita lihat. Kebun sampai ke atas, pakai plastik. Ini jelas alih fungsi lahan,” ujar Dedi saat meninjau lokasi bencana, Sabtu (24/1).
Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab disapa Kang Demul ini turut membantu proses evakuasi korban meninggal dunia yang tertimbun material longsor.
Menurut Dedi, kondisi tanah di lokasi kejadian sangat berbahaya karena bertumpuk dan berpotensi ambles, sehingga menyulitkan proses evakuasi. Ia menjelaskan, sebagian korban diduga tertimpa longsoran saat sedang tidur.
“Ada korban yang sedang tidur, tergulung kasur dan selimut, kemudian tertimpa batu dan pohon. Itu yang membuat proses evakuasi menjadi sulit,” katanya.
Pemprov juga menyiapkan santunan sebesar Rp 25 juta bagi keluarga korban meninggal dunia. “Warga harus segera direlokasi dan kawasan ini sebaiknya dihutankan saja,” tegas Dedi.
Hingga kini, data jumlah korban terus berubah. Berdasarkan laporan terbaru, sebanyak 8 orang meninggal dunia dan 82 orang masih dilaporkan hilang, termasuk 23 prajurit TNI.
Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, menyebut pihaknya masih menelusuri kabar 23 personil TNI yang hilang dalam longsor Cisarua.
“Kami akan terus melakukan pencarian karena kendala di lapangan cukup besar, terutama cuaca. Terkait anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara itu, Polda Jabar mencatat 10 kantong jenazah korban longsor telah diterima di pos Disaster Victim Identification (DVI).
Enam di antaranya berhasil diidentifikasi, satu berupa bagian tubuh, dan tiga lainnya masih dalam proses.
“Bagian tubuh berupa tangan sudah dapat diidentifikasi karena memiliki pembanding sidik jari. Sementara bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi melalui ante-mortem dan post-mortem,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan.
Sebagai langkah ke depan, Pemprov Jabar akan merelokasi seluruh rumah warga di sekitar lokasi bencana karena dinilai tidak lagi layak huni.
Dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih menghambat pencarian, tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus berupaya mengevakuasi korban serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
Fokus utama saat ini adalah menemukan puluhan korban hilang dan memastikan keselamatan tim di lapangan. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari