RADAR SURABAYA - Bencana hidrometeorogi melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Bandung Barat. Longsor disertai banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Peristiwa ini menimbulkan dampak serius terhadap permukiman warga di Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu.
Kapolsek Cisarua, A. Y. Yogaswara, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat warga mendengar suara gemuruh keras sebelum material tanah meluncur dari titik awal di Kampung Pasirkuning hingga ke Kampung Pasir Kuda.
“Sebelum kejadian, warga mendengar suara gemuruh cukup kuat. Setelah dicek, terlihat material tanah bergerak dari arah Pasirkuning hingga Pasir Kuda,” ujarnya.
Akibat bencana tersebut, sekitar 30 rumah dilaporkan tertimbun material longsor. Data sementara mencatat 114 warga terdampak, dengan rincian 21 orang berhasil ditemukan selamat, empat orang meninggal dunia, dan sekitar 89 orang masih dalam pencarian.
Yogaswara menegaskan bahwa proses pencarian korban masih terus dilakukan. “Korban hingga saat ini masih dalam pencarian. Tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi dan penyisiran di lokasi terdampak longsor dan banjir bandang,” kata Yogaswara dalam laporan resminya.
Ia menambahkan, kondisi medan yang berat serta material longsor yang tebal menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
“Kami bersama unsur terkait terus berupaya maksimal meskipun kondisi di lapangan cukup sulit,” jelasnya.
Aparat kepolisian bersama tim gabungan kini masih melakukan pengamanan lokasi, pencarian korban, serta koordinasi lintas instansi untuk penanganan darurat.
Warga di sekitar lokasi diimbau menjauhi area longsoran dan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Sementara itu, bencana longsor juga terjadi di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dan menelan korban jiwa.
Dua orang suami istri dilaporkan meninggal dunia setelah rumah mereka tertimbun longsoran tebing di Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, sekitar pukul 04.00 WIB.
Kapolsek Lembang, Dana Suhenda, menjelaskan bahwa hujan deras dengan intensitas tinggi sejak malam hari membuat tanah gembur dan tebing setinggi 25 meter tidak mampu menahan debit air.
“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan tanah menjadi gembur. Tebing dengan ketinggian sekitar 25 meter dan lebar 12 meter tidak mampu menahan debit air, sehingga terjadi longsor dan menimpa satu unit rumah warga,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, pasangan suami istri bernama Hendra Hermawan, 25 dan Hana Hardianti, 20, meninggal dunia di lokasi.
“Korban suami istri tertimpa reruntuhan rumah akibat longsor. Keduanya telah berhasil dievakuasi dan dimakamkan,” kata Dana.
Selain menelan korban jiwa, longsor juga terjadi di akses jalan utama Kolonel Masturi, tepatnya di depan kawasan Rumah Seniman Pohon Bambu.
Sebuah pohon bambu roboh menutup badan jalan sehingga sempat memutus jalur penghubung Cisarua-Lembang.
“Untuk akses Jalan Kolonel Masturi sempat tidak bisa dilalui dari dua arah akibat pohon bambu roboh. Namun saat ini jalur tersebut sudah berhasil dibuka dan dapat kembali dilintasi kendaraan,” jelas Kapolsek.
Petugas kepolisian bersama aparat desa dan warga setempat kini terus melakukan penanganan darurat, evakuasi korban, serta pembersihan material longsor dan pohon tumbang.
Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan deras dengan intensitas tinggi yang dapat memicu bencana susulan. (cnn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari