Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Update Jatuhnya Pesawat ATR 42-500: Pencarian Hari Keenam, 6 Jenazah Korban Ditemukan

Nurista Purnamasari • Kamis, 22 Januari 2026 | 12:37 WIB
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel.
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel.

RADAR SURABAYA - Setelah enam hari pencarian, Tim SAR gabungan kembali menemukan enam korban meninggal dunia dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan ini menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi sejak insiden terjadi.

Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menyampaikan bahwa enam jenazah ditemukan pada Rabu (21/1) sekitar pukul 10.46 Wita.

“Tim melaporkan ditemukan saat ini sampai pukul 10.46 Wita, ada enam mayat,” ujarnya di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.

Dody menambahkan, lokasi penemuan tersebar dalam radius 50 meter dari titik pertama korban ditemukan. “Lokasinya tersebar di putaran radius 50 meter dari yang ditemukan pertama,” terangnya.

Sebelumnya, tim SAR telah menemukan dua korban yang berhasil diidentifikasi. Jenazah wanita yang ditemukan di jurang sedalam 500 meter teridentifikasi sebagai pramugari Florencia Lolita Wibisono, 33.

“Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono,” ungkap Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris.

Selain itu, jenazah pria yang ditemukan di jurang sedalam 200 meter teridentifikasi sebagai Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Identitas Deden terungkap saat keluarga menerima peti jenazah di Biddokkes Polda Sulsel.

Tim SAR juga menemukan korban ketiga berupa potongan tubuh pada Rabu (21/1) sekitar pukul 12.30 Wita.

Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebutkan bahwa jenazah tersebut belum dapat dipastikan jenis kelaminnya.

“Informasi yang saya dapat lebih condong itu berupa body part (potongan tubuh),” ujarnya kepada wartawan.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar pukul 08.08 WIB. Pesawat membawa 10 orang, terdiri dari 7 awak dan 3 penumpang dari KKP.

Pesawat hilang kontak (lost contact) saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Lokasi terakhir terdeteksi sekitar 26 km dari bandara, di kawasan Gunung Bulusaraung, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.

Pada Minggu (18/1), Tim SAR TNI AU berhasil menemukan titik koordinat jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung. Operasi pencarian dilakukan dengan kombinasi kekuatan udara dan darat.

Tim SAR masih terus melakukan penyisiran di lokasi untuk memastikan seluruh korban dapat dievakuasi, sementara proses identifikasi oleh tim DVI Mabes Polri akan menentukan kepastian identitas para korban. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#jenazah korban #pangkep #pesawat jatuh #gunung bulusaraung #kecelakaan pesawat #Pesawat ATR 42 500 #pencarian korban