RADAR SURABAYA - Insiden pendaki yang hilang di gunung kembali terjadi. Kali ini seorang pendaki di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah dilaporkan hilang.
Pendaki bernama Yazid Ahmad Firdaus, 26, warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, dilaporkan tidak kembali ke basecamp setelah melakukan pendakian bersama tiga rekannya pada Minggu (18/1). Hingga kini, pencarian masih berlangsung intensif dengan melibatkan ratusan relawan.
Bukit Mongkrang yang berada di Desa Gondosuli, Tlogodringgo, Tawangmangu, berjarak sekitar 50 kilometer dari Solo dan memiliki ketinggian 2.194 mdpl.
Lokasi ini dikenal sebagai jalur pendakian ramah pemula dengan waktu tempuh sekitar dua jam menuju puncak.
Yazid mendaki bersama tiga rekannya, Cahya, Salma, dan Riyan, sejak pukul 06.00 WIB. Namun, saat turun dari Pos 3, Yazid terpisah dari rombongan.
Salma dan Cahya menunggu di basecamp, tetapi hanya Riyan yang kembali. Hilangnya Yazid kemudian dilaporkan kepada petugas basecamp dan diteruskan ke tim SAR.
Upaya Pencarian
Koordinator Posko Opsar SAR Surakarta, Yohan Tri Anggoro, menjelaskan bahwa pencarian Yazid dilakukan sejak Senin (19/1), dengan melibatkan teknologi drone dan ratusan relawan.
“Hari ini kita turunkan lima SRU, setiap satu SRU berisi 25 hingga 50 personel. Total ada 160 orang yang terlibat,” kata Yohan.
Drone digunakan untuk memantau area yang sulit dijangkau, sementara tim relawan dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU) dengan jalur berbeda.
SRU 1 menyisir jalur Pos Candi 1 hingga Pos Bayangan, SRU 2 dari Pos Candi 2 ke Pos Tapak Nogo, SRU 3 dari jalur pipa Mrutu menuju Pranten, SRU 4 dari Pos Candi 2 ke Pos Ngembel melalui jalur Sangitan, dan SRU 5 dari Pos Candi 2 menuju Pos Jumok Putri.
Ayah Yazid, Sapto Mulyadi, 53, menceritakan bahwa anak ketiganya merupakan lulusan STT Tekstil Bandung (Politeknik STTT Bandung) dan sempat bekerja di perusahaan tekstil Sritex sebelum terkena pemutusan hubungan kerja. Saat ini, Yazid tengah menunggu panggilan interview di Bandung.
“Yazid sudah lulus dan sempat kerja di Sritex, namun kena layoff. Sekarang dia menunggu panggilan interview di pabrik tekstil Bandung,” kata Sapto, Rabu (21/1).
Sapto menambahkan bahwa Yazid sudah terbiasa mendaki Bukit Mongkrang. “Anak saya sudah beberapa kali naik ke Bukit Mongkrang, jadi saya izinkan. Dia pamit untuk olahraga bersama teman-temannya,” ujarnya.
Sapto bersama istrinya, Rustiningsih, 52, dan anak-anaknya menginap di basecamp Mongkrang untuk menunggu kabar pencarian.
“Magrib saya dapat kabar anak saya sedang dalam pencarian, sehingga selepas Isya saya dan istri berangkat ke sini. Kami ikut briefing pencarian,” kata Sapto.
Ia menambahkan bahwa istrinya sempat pulang untuk beristirahat, sementara dirinya tetap berada di lokasi bersama keluarga.
Upaya pencarian terus diperluas dengan dukungan teknologi drone, anjing K9 hingga ratusan relawan. (trn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari