RADAR SURABAYA - Seorang remaja putri berinisial C, anak dari influencer berinisial H, diduga menjadi korban bullying dan pelecehan seksual oleh teman satu sekolahnya di sebuah SMP di Jakarta Timur.
Kasus ini awalnya ditangani secara internal oleh pihak keluarga dan sekolah, namun orang tua korban kini mempertimbangkan langkah hukum untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
Influencer H mengungkapkan bahwa insiden bermula saat anaknya diajak merayakan tahun baru oleh teman sekolah berinisial R.
Namun, C memilih ikut liburan keluarga ke Yogyakarta. Seusai liburan, C mendengar kabar dari teman-temannya bahwa R diduga merencanakan membius dirinya saat tahun baru.
“Ternyata si R ini punya rencana ngajak anak saya, mau dibawa ke suatu tempat dan dibius. Tujuannya sudah bisa ditebak,” ujar H, Rabu (21/1).
C kemudian mengonfirmasi langsung kepada R, yang berdalih bahwa rencana tersebut hanya candaan.
“Anak saya langsung tanya, ‘kamu ngajak aku tahun baruan tuh mau ngebius?’ Terus dia bilang, ‘iya, tapi cuma bercanda kok.’ Semua selalu berdalihnya bercanda,” kata H.
Selain dugaan pelecehan seksual, C juga mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025 yang semakin intens pada November 2025.
H menyebut R pernah membahas hal tidak pantas tentang kakak C di grup percakapan berisi puluhan siswa laki-laki.
“Di grup cowok-cowok itu, mereka bahas anak pertama saya dengan cara yang tidak pantas,” ungkap H.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, Horale, menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman kasus dan berkoordinasi dengan dinas terkait.
“Saat ini kami masih fokus pendalaman case yang terjadi dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, H menyayangkan sanksi ringan yang diberikan sekolah kepada terduga pelaku, yakni skors selama dua hari. “Apa harus mati dulu baru diproses? Baru orang itu dikeluarkan dari sekolah?” kata H.
Ia juga menyoroti banyaknya kasus serupa yang berujung pada korban mengakhiri hidup karena tekanan psikologis.
H menegaskan tidak akan tinggal diam dan berencana melaporkan kasus ini ke polisi. “Kemungkinan Jumat (23/1) saya akan lapor, karena Kamis besok saya akan bertemu keluarga terduga pelaku,” ujarnya.
C disebut mengalami trauma berat dan sempat menangis berhari-hari setelah kejadian. “Sejak pulang dari tahun baru, anak saya nangis terus. Saya tanya kenapa, dia cuma bilang ‘enggak, enggak kenapa-kenapa’,” ungkap H.
Kasus dugaan bullying dan pelecehan seksual terhadap anak influencer H di SMP Jakarta Timur menambah daftar panjang kasus bullying dan pelecehan di lingkungan pendidikan. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari