RADAR SURABAYA - Di hari kelima pencarian, Tim SAR gabungan kembali menemukan jenazah korban ketiga insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1).
Proses evakuasi jenazah masih berlangsung di lokasi dengan kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu.
Kepala Basarnas, Marsda Mohammad Syafii, mengatakan korban ketiga ditemukan sekitar pukul 12.30 WITA. Namun, identitas maupun jenis kelamin korban belum dapat dipastikan.
“Tiga yang sudah ditemukan. Satu korban yang baru ditemukan masih dalam proses evakuasi. Mudah-mudahan cuaca memungkinkan dan kita bisa melaksanakan evakuasi dengan cepat,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar.
Syafii menambahkan, operasi SAR dilakukan di tebing dan jurang sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Ia menyebut detail lebih lanjut akan disampaikan setelah proses evakuasi selesai.
“Mungkin kalau persisnya kita bisa press release kalau kita mendapatkan data yang lebih detail. Sedang proses evakuasi dan kita harapkan bisa digeser ke titik di mana tadi pagi kita evakuasi korban, karena itu paling cepat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syafii menegaskan bahwa proses evakuasi akan tetap diprioritaskan melalui udara jika memungkinkan.
Armada pesawat telah disiapkan untuk mendukung evakuasi korban maupun bagian badan pesawat.
“Pasti secara prioritas kita sudah memastikan pesawat kita stand by untuk bisa evakuasi, baik itu terhadap korban maupun body part pesawat,” pungkasnya.
Diketahui, sebelumnya tim SAR telah menemukan dua korban. Korban pertama berjenis kelamin laki-laki ditemukan pada Minggu (18/1), sementara korban kedua ditemukan pada Senin (19/1) dan teridentifikasi sebagai pramugari Florencia Lolita Wibisono.
Pencarian terhadap tujuh korban lainnya terus dilanjutkan, dengan harapan seluruh proses evakuasi dapat segera diselesaikan meski cuaca buruk dan medan terjal menjadi tantangan utama. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari