Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tim SAR Lanjut Cari 8 Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 21 Januari 2026 | 09:04 WIB
Jenazah korban pesawat ATR 42-500 tiba dan dibawa masuk ke ruangan Dokpol Posko Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel,  Selasa malam.
Jenazah korban pesawat ATR 42-500 tiba dan dibawa masuk ke ruangan Dokpol Posko Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel, Selasa malam.

RADAR SURABAYA – Proses pencarian korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu pekan lalu, masih terus dilakukan tim SAR gabungan, Rabu (21/1).

Pesawat tersebut mengangkut tujuh awak dan tiga penumpang. Hingga kini, dua korban telah ditemukan, sementara delapan korban lainnya masih dalam pencarian.

Evakuasi Korban Kedua Berhasil

Korban pertama, laki-laki, ditemukan pada Minggu (18/1) di kedalaman 200 meter dari puncak gunung.

Korban kedua, perempuan, ditemukan pada Senin (19/1) di kedalaman 500 meter. Jenazah korban kedua berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1) pukul 22.38 WITA.

Direktur Operasi Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan bahwa evakuasi korban kedua memakan waktu hampir dua hari karena medan berat dan cuaca ekstrem.

Hujan deras dan kabut tebal membuat tim SAR harus bertahan di lereng tebing selama 30 jam bersama jenazah.

Pencarian Korban Lain Masih Berlanjut

Korban pertama saat ini masih dalam proses evakuasi. Tim SAR menggunakan teknik rappelling untuk mencapai lokasi, kemudian menelusuri celah jalur air sejauh 200 meter ke arah bawah.

Sepuluh personel diturunkan untuk melakukan penyisiran dan evakuasi.

Yudhi menegaskan, operasi hari ini fokus pada penyelesaian evakuasi korban pertama dan pencarian delapan korban lainnya.

Upaya penggunaan helikopter direncanakan besok, jika kondisi cuaca memungkinkan.

"Kami juga melakukan modifikasi cuaca sejak siang tadi, dan rencananya akan dilanjutkan besok pagi," jelasnya dikutip dari CNN. 

Anjing K-9 Ikut Turun ke Gunung

Direktorat Samapta Polda Sulsel menurunkan anjing pelacak jenis Dutch Shepherd untuk membantu pencarian korban.

Kepala Unit Polsatwa, Iptu Samuel Ary, menjelaskan anjing tersebut berpengalaman dalam operasi kemanusiaan dan sebelumnya pernah dikerahkan saat bencana longsor di Toraja.

Kondisi Medan dan Cuaca Jadi Tantangan

Evakuasi korban pesawat ATR 42-500 menghadapi medan berbatu, curam, dan licin. Hujan deras, kabut tebal, serta suhu dingin memperlambat proses evakuasi dan pencarian.

Tim SAR berharap cuaca cerah dapat mempercepat proses sehingga semua korban dapat ditemukan dan diidentifikasi.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Indonesia Air Transport #evakuasi #gunung bulusaraung #kecelakaan pesawat #basarnas #ATR 42-500