Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Krisis Dokter Nasional, Prabowo Siapkan 10 Universitas Kedokteran Berstandar Inggris

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 21 Januari 2026 | 03:27 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri forum UK-Indonesia Education Roundtable bersama para perwakilan sejumlah universitas di Inggris, pada Selasa, 20 Januari 2026, di Lancaster House, London.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri forum UK-Indonesia Education Roundtable bersama para perwakilan sejumlah universitas di Inggris, pada Selasa, 20 Januari 2026, di Lancaster House, London.

RADAR SURABAYA— Presiden Prabowo Subianto mengemukakan rencana strategis pemerintah untuk membangun 10 universitas baru di Indonesia yang akan berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.

Langkah ini diambil untuk menjawab kekurangan tenaga medis nasional yang hingga kini masih menjadi tantangan besar.

Rencana tersebut disampaikan Presiden Prabowo usai menghadiri forum UK–Indonesia Education Roundtable di London, Inggris, Selasa (20/1) waktu setempat.

Dalam keterangannya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam jumlah dokter dan tenaga kesehatan.

Indonesia Masih Kekurangan Dokter

Presiden mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia hanya mampu menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahun.

Angka tersebut dinilai belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional, terlebih dengan semakin banyaknya dokter yang memasuki usia pensiun.

“Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahun. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun,” ujar Prabowo seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk bertindak cepat melalui perencanaan strategis jangka panjang, salah satunya dengan memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas di bidang kesehatan dan teknologi.

Gandeng Universitas Terkemuka Inggris

Dalam rencana pembangunan universitas baru tersebut, pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Inggris.

Presiden menyebut sejumlah universitas Inggris telah lebih dahulu menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi Indonesia, seperti Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.

“Mereka sudah banyak bekerja sama dengan universitas kita dan bahkan sudah memiliki kampus di Indonesia, seperti di Singosari dan Bandung, terutama di bidang digital dan teknologi,” katanya.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan tinggi nasional.

Terapkan Standar Pendidikan Tinggi Inggris

Presiden Prabowo menegaskan bahwa universitas-universitas baru tersebut akan menerapkan standar pendidikan tinggi Inggris, yang dikenal sebagai salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia.

“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia harus mengejar ketertinggalan dan memiliki kualitas pendidikan tinggi yang sederajat dengan universitas terbaik dunia.

Beasiswa Penuh dan Dosen Asing

Universitas-universitas baru ini nantinya akan menerima lulusan terbaik dari seluruh Indonesia dan memberikan beasiswa penuh dari pemerintah.

Selain itu, Indonesia juga terbuka untuk menerima dosen dan profesor dari luar negeri guna memperkuat kualitas akademik dan riset.

Presiden menilai kolaborasi internasional menjadi kunci dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan sekaligus kesehatan di Tanah Air.

Target Terima Mahasiswa 2028

Prabowo optimistis proyek pembangunan 10 universitas baru ini dapat berjalan sesuai rencana dan mulai menerima mahasiswa pada 2028.

“Pada awal 2028, kita bisa memiliki angkatan pertama di Indonesia,” katanya.

Pemerintah juga berencana membangun kawasan pendidikan terpadu yang menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan kampus, sehingga menarik bagi tenaga pengajar asing untuk menetap dan bekerja di Indonesia.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#universitas #indonesia #10 Universitas baru #kekurangan dokter #Roundtable #UK #presiden prabowo subianto