Evakuasi Dramatis! Korban Kedua Pesawat ATR Berhasil Diangkat dari Jurang
Rahmat Adhy Kurniawan• Selasa, 20 Januari 2026 | 20:23 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah kedua korban pesawat ATR 42-500 di medan yang sulit usai kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulsel, Selasa malam.
Evakuasi Korban Kedua Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung Berhasil, SAR Hadapi Medan Ekstrem
RADAR SURABAYA – Tim SAR gabungan kembali mencatat perkembangan penting dalam operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Pada Selasa (20/1) malam, korban kedua berhasil dievakuasi dari jurang dengan kedalaman ratusan meter di tengah medan yang sangat ekstrem.
Korban kedua diketahui berjenis kelamin perempuan dan dievakuasi dari kedalaman sekitar 350 meter.
Proses penyelamatan berlangsung penuh tantangan akibat kondisi geografis yang curam, tebing terjal, serta cuaca yang tidak bersahabat.
Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Anwar Arif mengatakan, operasi evakuasi dilakukan dengan teknik vertical rescue yang membutuhkan ketelitian tinggi serta koordinasi lintas unsur.
“Evakuasi korban kedua dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena medan sangat ekstrem dan jarak pandang terbatas akibat hujan dan kabut,” ujar Arif di Makassar seperti dikutip dari Antara.
Operasi SAR Dibagi Enam SRU
Selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Arif menjelaskan bahwa tim SAR gabungan membagi kekuatan menjadi enam Search and Rescue Unit (SRU).
Pembagian ini dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian dan evakuasi di beberapa sektor lokasi kejadian.
SRU terdiri atas tim darat dan tim vertical rescue yang bekerja dari lembah hingga puncak gunung dengan menggunakan peralatan khusus.
Setiap pergerakan dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan risiko bagi personel di lapangan.
“Tim bekerja dengan koordinasi yang sangat ketat. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama,” katanya.
Libatkan 1.075 Personel dan Alutsista Udara
Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR ini melibatkan kekuatan besar, yakni 1.075 personel dari berbagai unsur.
Mereka berasal dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, komunitas pecinta alam, hingga tenaga medis.
Selain kekuatan darat, operasi juga didukung alutsista udara, seperti helikopter, pesawat intai, serta drone thermal untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di medan sulit.
“Kami mengapresiasi dedikasi seluruh unsur yang terlibat. Ini adalah wujud nyata sinergi kemanusiaan dalam operasi SAR,” ujar Arif.
Korban Dibawa ke Tim DVI
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban kedua langsung dibawa ke Posko Tompobulu, Balocci, Pangkep.
Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, korban pertama yang sebelumnya ditemukan telah dievakuasi dan dibawa dari Kecamatan Cendrana, Kabupaten Maros, menuju Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan di Kota Makassar.
Total Dua Korban Ditemukan dari 10 Penumpang
Hingga berita ini diturunkan, baru dua jenazah yang berhasil ditemukan, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan. Identitas keduanya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI.
Di lokasi kejadian juga ditemukan serpihan pesawat serta barang-barang pribadi korban yang terhambur setelah pesawat ATR 42-500 tersebut menabrak Gunung Bulusaraung. Berdasarkan data awal, pesawat naas itu membawa 10 orang.
Operasi SAR masih terus berlanjut dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi serta kondisi cuaca di lapangan. Tim SAR berkomitmen melanjutkan pencarian hingga seluruh korban ditemukan.