Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

KONI Tegaskan Sinergi dan Kemandirian Jadi Kunci Hadapi Agenda Olahraga Nasional 2026

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 17 Januari 2026 | 08:49 WIB
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.

RADAR SURABAYA— Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menegaskan pentingnya sinergisitas dengan pemerintah serta penguatan kemandirian organisasi untuk menghadapi berbagai agenda strategis olahraga nasional pada 2026.

Penegasan itu disampaikan di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pembinaan prestasi atlet nasional.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman mengatakan sepanjang 2025 menjadi periode penuh tekanan bagi organisasi olahraga, terutama akibat implementasi Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14.

“Dinamika tahun 2025 sangat tinggi. Tekanan dari Permenpora Nomor 14 benar-benar memberikan tantangan besar, namun kita tetap solid dan berpikir rasional,” ujar Marciano dalam keterangan tertulis.

Marciano menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang telah mencabut regulasi tersebut. Menurutnya,

pencabutan Permenpora Nomor 14 membuka ruang sinergi yang lebih kuat antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan KONI dalam mempercepat peningkatan prestasi olahraga nasional.

Prestasi SEA Games Jadi Modal Hadapi 2026

Dalam pemaparan capaian prestasi, Marciano menyoroti hasil kontingen Indonesia pada SEA Games Thailand yang dinilai melampaui target. Indonesia menutup ajang tersebut dengan perolehan 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu.

Capaian tersebut, kata dia, merupakan buah dari kerja keras cabang-cabang olahraga serta hasil pembinaan yang konsisten.

“Ke depan, KONI Pusat harus berkontribusi lebih banyak. Arah kebijakan organisasi olahraga harus benar-benar berpihak pada pembinaan dan prestasi atlet,” tegas Marciano.

Dorong Kemandirian Lewat Kemitraan Strategis

Selain sinergi dengan pemerintah, Marciano menekankan pentingnya kemandirian organisasi melalui penyelenggaraan multievent nasional berbasis kemitraan. Sejumlah kolaborasi yang telah berjalan dinilai dapat menjadi model berkelanjutan.

Beberapa di antaranya adalah kerja sama dengan Djarum Foundation pada PON Bela Diri 2025, kemitraan dengan PT Bayan Resources Tbk melalui KONI–Bayan Championship, serta penyelenggaraan Jakarta Martial Arts Extravaganza bersama PT Chandra Asri.

“Kemandirian ini penting agar KONI tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah,” ujarnya.

Agenda Besar KONI Sepanjang 2026

Marciano menyebut 2026 sebagai tahun krusial dengan sejumlah agenda besar olahraga nasional.

Agenda tersebut meliputi rencana pelaksanaan PON Bela Diri di Sulawesi Utara, PON Pantai di Jakarta, serta penentuan tuan rumah PON XXIII Tahun 2032 melalui Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026.

Hingga saat ini, pendaftaran calon tuan rumah PON XXIII/2032 baru diikuti oleh Banten–Lampung.

Selain itu, KONI juga memfokuskan persiapan PON XXIII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan mempertimbangkan efisiensi dan kesiapan infrastruktur, Marciano membuka kemungkinan sebagian pertandingan digelar di luar wilayah NTT–NTB jika venue belum tersedia.

Penguatan Organisasi dan Sinkronisasi Kalender

Penguatan organisasi turut menjadi perhatian KONI Pusat, mulai dari penuntasan administrasi, pengembangan kerja sama konkret dengan perguruan tinggi, hingga rencana pelaksanaan coaching clinic bagi pelatih dan wasit dengan menghadirkan narasumber berkualitas.

Wakil Ketua Umum II KONI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah, khususnya terkait penganggaran kontingen.

“Dalam penyelenggaraan PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja, harus melibatkan atlet-atlet daerah. Karena itu, KONI perlu menyusun kalender kegiatan yang sinergis dengan Kementerian Dalam Negeri,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KONI Pusat Drs. Tb. Lukman Djajadikusume, MEMOS, mengungkapkan adanya minat dari Kota Solo untuk menjadi tuan rumah PON Remaja.

Ia juga menyebut rencana rotasi pengurus dan staf KONI Pusat sebagai bagian dari penguatan organisasi ke depan.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#marciano norman #Jakarta Martial Arts Extravaganza #Pusat #Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir #Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)