Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Haji 2026: Kemenhaj Jatim Pastikan Manifes Haji 2026 Disusun Lebih Awal, Hindari Jemaah Terpisah

Rahmat Sudrajat • Jumat, 16 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pengumpulan paspor jemaah masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Pengumpulan paspor jemaah masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

RADAR SURABAYA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur memastikan proses penyusunan manifes jemaah haji tahun 2026 dilakukan lebih awal guna menghindari persoalan jemaah terpisah seperti yang terjadi pada musim haji sebelumnya.

Sebanyak 3.042 jemaah haji asal Kota Surabaya telah dipersiapkan untuk keberangkatan haji 2026.

Namun, hingga saat ini sebagian jemaah masih dalam tahap penyelesaian dokumen paspor sebagai salah satu syarat utama proses pemvisaan.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Surabaya, Sururil Faizin, menyampaikan bahwa pengumpulan paspor jemaah masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

“Masih ada jemaah yang dalam proses penyelesaian dokumen paspor. Kemungkinan minggu ini selesai,” ujar Sururil, Jumat (16/1).

Ia menjelaskan, jemaah haji secara bertahap juga telah menjalani proses visa biometrik, baik melalui Kantor Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) maupun dengan datang langsung ke Kantor Kemenhaj Kota Surabaya.

Menurutnya, pengurusan paspor menjadi tahapan awal setelah jemaah masuk dalam porsi keberangkatan, di samping pemeriksaan kesehatan untuk menentukan istitaah atau kelayakan kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Proses Visa Lebih Cepat

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Jawa Timur, As’adul Anam, optimistis proses visa jemaah haji tahun 2026 akan berjalan lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini didukung oleh waktu persiapan yang relatif lebih panjang meskipun Pemerintah Arab Saudi menetapkan batas akhir pengajuan manifes hingga 1 Syawal.

“Masih ada waktu dua bulan lebih. Insya Allah bisa mencapai target. Tahun lalu waktunya sangat terbatas sehingga banyak data jemaah yang harus diganti karena visa belum keluar. Akibatnya, sejumlah jemaah terpaksa terpisah,” jelas Anam.

Dengan waktu persiapan yang lebih longgar, lanjut Anam, Kemenhaj Jatim dapat menyusun manifes sejak awal tanpa perlu melakukan penggantian data jemaah.

“Pembuatan manifes sejak awal tanpa perubahan sangat penting agar jemaah bisa berangkat sesuai kelompoknya dan tidak terpisah,” imbuhnya.

Kuota Haji Jatim Naik

Pada musim haji 2026, kuota haji Jawa Timur meningkat menjadi 42.409 jemaah. Selain Jawa Timur, dua provinsi lain yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya, yakni Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT), juga memperoleh tambahan kuota.

Provinsi Bali mendapatkan tambahan 698 kuota, sedangkan NTT memperoleh 516 kuota, sehingga total kuota haji Embarkasi Surabaya pada tahun 2026 mencapai 43.200 jemaah.

Kemenhaj berharap peningkatan kuota serta perbaikan sistem penyusunan manifes ini dapat meningkatkan kualitas layanan haji, khususnya dalam aspek administrasi dan kepastian keberangkatan jemaah.

“Estimasi proses tahun ini jauh lebih baik karena waktu persiapan lebih panjang dan evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya sudah dilakukan,” pungkas Anam.(rmt) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Haji 2026 #surabaya #Kepala Kantor Kemenhaj Kota Surabaya #Kemenhaj #kementerian haji dan umrah #Sururil Faizin