Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kasus Superflu Meningkat, Masyarakat Ramai Vaksinasi Sebelum Perjalanan Luar Negeri

Rahmat Sudrajat • Jumat, 16 Januari 2026 | 06:20 WIB
Warga Surabaya saat melakukan vaksinasi di Balai Besar Kekarantian Kesehatan (BBKK) Surabaya. Vaksinasi flu dilakukan untuk mencegah superflu.
Warga Surabaya saat melakukan vaksinasi di Balai Besar Kekarantian Kesehatan (BBKK) Surabaya. Vaksinasi flu dilakukan untuk mencegah superflu.

RADAR SURABAYA – Merebaknya kasus superflu yang disebabkan oleh virus Influenza A (H3N2) subclade K membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 35 kasus terjadi di Jawa Timur, sementara secara nasional mencapai 62 kasus. Bahkan, satu kasus kematian dilaporkan terjadi di Jawa Barat.

Meningkatnya kasus tersebut berdampak pada melonjaknya minat masyarakat untuk melakukan vaksinasi influenza, terutama bagi pelaku perjalanan ke luar negeri.

Vaksinasi dinilai sebagai langkah preventif untuk menekan risiko penularan superflu.

Salah satu warga, Eko Wahyudi, memilih menjalani vaksinasi flu di Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya sebelum bepergian ke luar negeri.

Ia mengaku khawatir dengan perkembangan kasus superflu yang tengah menjadi perhatian publik.

“Saya memilih divaksin sebelum berangkat karena khawatir dengan superflu. Ini demi melindungi diri sendiri dan orang lain,” ujar Eko, Kamis (15/1).

Eko menilai, sebagai orang awam, superflu memiliki kemiripan dengan situasi pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

“Kesannya hampir sama seperti Covid-19, jadi menurut saya vaksin menjadi langkah perlindungan yang penting,” katanya.

Pengawasan Ketat di Bandara Juanda

Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, mengatakan pihaknya melakukan pengawasan ketat terhadap pelaku perjalanan internasional di Bandar Udara Internasional Juanda.

Pemeriksaan dilakukan setiap hari melalui skrining suhu tubuh menggunakan thermal scanner.

“Setiap pelaku perjalanan kami lakukan skrining. Jika suhu tubuh mencapai 38 derajat Celsius, akan kami arahkan ke klinik. Personel juga kami tempatkan di setiap terminal bandara,” jelas Rosidi.

Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan pelaku perjalanan yang terindikasi terpapar superflu.

Hal tersebut karena pemeriksaan swab hanya dilakukan pada pelaku perjalanan yang memenuhi kriteria tertentu.

“Kriteria swab adalah suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius disertai batuk kurang dari 10 hari. Dari lebih dari 100 ribu pelaku perjalanan yang tercatat, hanya sekitar 20 kasus ISPA dan tidak ada yang memenuhi kriteria swab,” ungkapnya.

Bukan Varian Baru, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Rosidi menegaskan bahwa superflu Influenza A (H3N2) subclade K bukan merupakan varian baru. Meski daya sebar virus ini lebih cepat, tingkat keganasannya dinilai masih di bawah Covid-19.

“Masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Yang terpenting adalah mengurangi laju penyebaran dengan menjaga kesehatan dan menghindari penularan,” tegasnya.

BBKK Surabaya juga mengimbau pelaku perjalanan, baik yang keluar maupun masuk ke Indonesia, untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Penggunaan masker di tempat ramai serta penerapan pola hidup bersih dan sehat dinilai masih sangat relevan.

Permintaan Vaksin Flu Meningkat

Rosidi mengungkapkan bahwa permintaan vaksin flu di BBKK Surabaya meningkat signifikan, terutama menjelang musim perjalanan ke luar negeri seperti umrah dan wisata internasional.

“Pada Desember lalu, jamaah umrah selain wajib vaksin meningitis dan polio, juga banyak yang meminta vaksin flu. Ini langkah yang sangat baik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa hingga kini superflu tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan influenza musiman lainnya.

Kasus kematian yang terjadi, menurutnya, disebabkan oleh adanya penyakit penyerta atau komorbid.

“Superflu tidak bersifat mematikan. Namun, kelompok rentan seperti ibu hamil, anak usia 1–10 tahun, lansia, penderita penyakit kronis, serta mereka dengan gangguan imunitas tetap perlu lebih waspada,” ujarnya.

Gejala superflu umumnya menyerupai flu biasa, antara lain demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan rasa lemas.(rmt)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Vaksinasi #Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan #surabaya #Superflu #virus influenza