RADAR SURABAYA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyerap aspirasi mama-mama pedagang yang meminta permodalan usaha, saat berkunjung ke Pasar Tradisional Potikelek, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Setibanya di lokasi, Wapres disambut meriah oleh warga setempat, baik penjual maupun pembeli. Gibran juga menerima penyambutan adat berupa pemakaian topi noken, kerajinan lokal khas Papua, oleh Koordinator Mama-Mama Pasar Tradisional Potikelek, Merry Walela.
Baca Juga: Presiden Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor Bahas Strategi Pendidikan
Usai memakaikan topi noken itu ke Gibran, Merry pun menyampaikan permintaan agar mama-mama pedagang diberikan permodalan usaha agar noken dan kerajinan lokal lainnya asal Wamena dapat memperkuat perekonomian mereka.
"Kita yang ada di sini ini, kita minta anak (Wapres), minta modal untuk kita jualan di pasar ini, ya. Itu yang kita jemput anak hari ini. Salam," kata Merry kepada Gibran. "Nanti kita bantu ya Mama," jawab Gibran kepada Merry.
Gibran pun melanjutkan peninjauannya di pasar dengan melihat mama pedagang menjajakan kerajinan noken berupa tas, ikat kepala hingga baju.
Saat melihat mama pedagang tengah merajut noken, Gibran bertanya soal
lama pembuatan kerajinan tangan itu. "Yang ini bikinnya berapa hari?" tanya Gibran
Baca Juga: Sejumlah Cabor PON 2028 Digelar di Jakarta dan Jawa Barat, Skema Baru NTT–NTB Lebih Efisien
"Yang baju ini bikinnya setahun," jawab mama pedagang.
"Hah setahun?" tanya Gibran seraya terkejut karena lamanya pembuatan.
Mama pedagang pun menjelaskan bahwa pembuatan baju noken bisa memakan
waktu setahun karena tidak menggunakan mesin, melainkan tangan.
Gibran pun membeli tas noken yang dijual pedagang. Selain kerajinan tangan, Gibran juga memborong sayur dan buah-buahan lokal, seperti kol ukuran besar seharga Rp 25 ribu, alpukat, nanas dan markisa masing-masing seharga Rp 100 ribu per tumpuk.
Adapun kunjungan Gibran ke Pasar Potikelek Wamena ini merupakan bentuk dukungan terhadap peran mama-mama pedagang yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi keluarga. (*)