Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sejumlah Cabor PON 2028 Digelar di Jakarta dan Jawa Barat, Skema Baru NTT–NTB Lebih Efisien

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 15 Januari 2026 | 12:56 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur Melkiades Laka Lena.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Melkiades Laka Lena.

RADAR SURABAYA - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan adanya perubahan skema yang

lebih efisien dan realistis dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“NTT–NTB tetap menjadi tuan rumah PON 2028. Jadi tetap sesuai rencana, namun ada perubahan skema yang disesuaikan dengan anggaran yang ada,” ujar Melki di Kupang, Kamis, saat dikonfirmasi mengenai perkembangan persiapan PON.

Melki mengungkapkan, dirinya bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat telah bertemu dan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kesiapan kedua provinsi tersebut sebagai tuan rumah ajang olahraga multicabang terbesar di Indonesia itu.

Ia menjelaskan, perubahan skema lebih difokuskan pada rencana pembangunan infrastruktur olahraga untuk kebutuhan PON,

yang kini diarahkan pada optimalisasi fasilitas olahraga yang sudah tersedia dibandingkan membangun arena baru.

Menurutnya, hal ini berkaca pada pengalaman sejumlah daerah yang pernah menjadi tuan rumah PON, di mana banyak arena yang kemudian terbengkalai setelah digunakan.

“Oleh karena itu, untuk PON 2028, NTT dan NTB diminta hanya merenovasi serta membenahi arena yang sudah ada. Jadi, tidak ada pembangunan venue baru,” tegasnya.

Terkait kebutuhan arena dengan biaya besar, seperti cabang olahraga akuatik, Melki menyebutkan bahwa penyelenggaraannya akan dialihkan ke daerah lain yang telah memiliki fasilitas memadai.

“Akan kita alihkan ke Jakarta dan Jawa Barat untuk venue-venue yang membutuhkan anggaran miliaran,” tambahnya.

Ia juga menuturkan bahwa Presiden Prabowo Subianto berpesan agar tidak ada pembangunan arena baru yang berpotensi membebani keuangan daerah.

Belajar dari PON Sebelumnya

Kebijakan ini diambil setelah mengevaluasi pengalaman sejumlah daerah tuan rumah PON sebelumnya, di mana banyak fasilitas olahraga akhirnya terbengkalai setelah ajang selesai.

“Oleh karena itu, untuk PON 2028, NTT dan NTB hanya akan merenovasi dan membenahi venue yang sudah ada. Tidak ada pembangunan arena baru,” tegas Melki.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#pon #Gubernur Nusa Tenggara Timur #Melkiades Laka Lena #XXII #pekan olahraga nasional #2028 #PON 2028