Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

17 Hari Hilang di Gunung Slamet, Syafiq Ali Diperkirakan Baru Meninggal 5 Hari Sebelum Ditemukan

Nurista Purnamasari • Kamis, 15 Januari 2026 | 06:17 WIB
Syafiq Ridhan Ali Razan, Pendaki yang hilang selama 16 hari di Gunung Slamet akhirnya ditemukan.
Syafiq Ridhan Ali Razan, Pendaki yang hilang selama 16 hari di Gunung Slamet akhirnya ditemukan.

RADAR SURABAYA - Pencarian panjang terhadap pendaki muda Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, yang hilang di Gunung Slamet sejak akhir Desember akhirnya berakhir duka.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di jalur punggungan Gunung Malang, dekat area Batu Watu Langgar, pada Rabu (14/1) pukul 10.22 WIB.

Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, menjelaskan bahwa lokasi penemuan korban masih berada di sekitar area awal korban terpisah dari rombongan.

“Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi berpisah. Di sekitar situ juga ada ceceran barang seperti dompet, tracking pole, senter, emergency blanket, dan perlengkapan lainnya,” ujarnya.

Affandi menegaskan korban tidak ditemukan dalam kondisi tertimbun pasir atau terkubur.
Berdasarkan pengamatan dokumentasi di lapangan, korban diduga baru meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.

“Korban sepertinya baru saja meninggal dunia. Perkiraan kami sekitar empat sampai lima hari. Kondisi tubuh korban masih cukup baik,” jelasnya.

Dugaan Penyebab Kematian

Affandi menambahkan bahwa korban diduga meninggal akibat hipotermia. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya kondisi pakaian korban yang tidak lengkap.

“Korban mengalami hipotermia. Ia sempat melepaskan celana hingga sebatas dengkul, serta sepatu dan kaus kaki. Ceceran perlengkapan itu ditemukan di sekitar lokasi,” tambahnya.

Medan yang sulit membuat proses evakuasi korban memakan waktu panjang. Affandi mengestimasi perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar enam jam, sementara proses evakuasi keseluruhan dapat berlangsung hingga 10–12 jam.

“Hingga pukul 15.00 WIB, korban sudah berhasil dinaikkan sekitar 100 meter dari titik penemuan. Paket evakuasi sudah dibungkus rapi dan tinggal menunggu proses pengantaran ke titik tujuan,” ungkapnya.

Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur, di antaranya Wanadri, Mayapada, UPL Mapala Unsoed, Wikupala, APGI, Mapala Batik, Mapala Kanvas, Mapala Stikpa, komunitas ORARI dan RAPI, serta tim rescue Base Camp Dipajaya.

Syafiq Ali bersama rekannya, Himawan, mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Pemalang, pada Sabtu (27/12).

Keduanya melakukan registrasi untuk pendakian tektok, atau pendakian cepat dengan estimasi kembali ke basecamp Minggu (28/12) siang.

Namun hingga Minggu sore, keduanya belum kembali sehingga petugas Dipajaya melakukan pencarian. Himawan ditemukan sehari kemudian di sekitar pos 9, di luar jalur pendakian.

Sementara itu, Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, mengonfirmasi penemuan Syafiq Ali. “Survivor ditemukan sekitar pukul 10.22 WIB di jalur punggungan Gunung Malang, tepatnya di sekitar area Batu Watu Langgar. Penemuan ini merupakan hasil pencarian hari ke-17, dengan tim SAR tahap dua yang baru melakukan pencarian selama dua hari,” ujarnya dalam keterangan video.

Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk selalu mempersiapkan diri dengan matang, memperhatikan kondisi cuaca, serta menjaga keselamatan selama melakukan aktivitas di gunung. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pendaki meninggal #syafiq ridhan ali razan #jawa tengah #Pendaki yang hilang #gunung semeru