RADAR SURABAYA - Pencarian panjang pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, akhirnya berakhir. Setelah dilaporkan hilang sejak 27 Desember 2025, Syafiq ditemukan pada hari ke-16 pencarian, Rabu (14/1), di lereng puncak sisi selatan Gunung Slamet.
Lokasi penemuan berada di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden, kawasan yang dikenal sulit dijangkau karena vegetasi lebat dan medan terjal.
Kepala Basarnas Jawa Tengah, Aditya Nugroho, membenarkan penemuan tersebut. “Syafiq ditemukan pada hari ke-16 pencarian, Rabu siang, di lereng selatan Gunung Slamet. Lokasi penemuan berada di titik yang sulit dijangkau, sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu dan tenaga ekstra,” ujarnya.
Aditya menambahkan, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan pecinta alam bekerja tanpa henti sejak laporan hilangnya Syafiq.
“Medan yang terjal, kabut tebal, dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama. Namun berkat kerja sama semua pihak, korban akhirnya berhasil ditemukan,” katanya.
Sementara itu, keluarga Syafiq yang menunggu di basecamp Dipajaya menyambut kabar penemuan dengan duka mendalam.
Sejumlah warga dan relawan juga menyampaikan belasungkawa atas tragedi ini. Kasus Syafiq menjadi pengingat penting akan risiko pendakian gunung, terutama di musim hujan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Sebelumnya, Syafiq Ridhan Ali Razan melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Pemalang, bersama rekannya Himawan Choidar Bahran.
Dia kemudian dilaporkan hilang pada 27 Desember 2025. Sementara Himawan berhasil diselamatkan tim penyelamat dalam kondisi terluka.
Operasi pencarian Syafiq resmi digelar oleh Basarnas, relawan, dan aparat setempat. Kemudian pada Rabu (7/1), operasi pencarian resmi ditutup dan dialihkan ke tahap pemantauan.
Akhirnya pada Rabu (14/1), Syafiq ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lereng puncak sisi selatan, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden.
Kasus hilangnya Syafiq Ridhan Ali Razan viral dan menjadi perhatian banyak orang. Kasus Syafiq juga menambah daftar panjang tragedi pendakian di Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah.
Editor : Nurista Purnamasari