Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Viral! Ibu di Palembang Melahirkan di Teras Musala karena Tak Punya KIS

Nurista Purnamasari • Rabu, 14 Januari 2026 | 11:22 WIB

 

Nuraini saat dibantu warga melahirkan di Musala Al-Ikhlas Jalan KH Balqi Lorong Banten 6, Gang Surya 5, Palembang Senin (12/1).
Nuraini saat dibantu warga melahirkan di Musala Al-Ikhlas Jalan KH Balqi Lorong Banten 6, Gang Surya 5, Palembang Senin (12/1).

RADAR SURABAYA - Kisah pilu seorang ibu rumah tangga di Palembang, Sumatera Selatan, viral setelah terpaksa melahirkan anak kelimanya di teras Musala Al Ikhlas karena tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan biaya.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (12/1) pagI, di Jalan KH Balqi Lorong Banten VI, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II.

Mata Nuraini, 32, warga Jalan Silaberanti KP Teladan No 21 RT 007/002, Kecamatan Jakabaring, mengaku mulai merasakan sakit perut sejak Minggu (11/1) pukul 23.00 WIB, saat usia kehamilannya memasuki 9 bulan 7 hari.

“Pilu, Pak, kalau diceritakan. Sejak malam perut saya sudah sakit, tapi kami bingung mau ke rumah sakit karena tidak punya KIS dan tidak ada biaya,” ujarnya sambil mengusap air mata saat ditemui di Klinik Bidan Rahayu, Selasa (13/1).

Keesokan paginya, Nuraini dan suaminya, Sakimin, 40, nekat menuju rumah sakit hanya bermodal KTP.
Namun di tengah perjalanan, kontraksi hebat membuat ketuban pecah. Dalam kondisi panik, Sakimin menurunkan istrinya di pinggir jalan untuk mencari pertolongan.

Nuraini sempat ditinggal seorang diri hingga akhirnya ditolong warga sekitar yang membawanya ke teras Musala Al Ikhlas.

Alhamdulillah ada warga yang baik hati menolong saya ke musala. Tanpa persiapan apa-apa, hanya kain seadanya, saya dibantu warga melahirkan di teras musala,” tuturnya dikutip dari Tribunnews.

Sekitar 15 menit kemudian, Nuraini melahirkan bayi perempuan dengan selamat. “Air mata ini tidak berhenti, Pak. Haru sekali saat mendengar anak saya menangis,” katanya lirih.

Nuraini mengungkapkan bahwa pernikahannya belum tercatat secara resmi karena surat nikah belum selesai, sehingga pengurusan KIS pun terhambat.

“Kami sudah mencoba mengurus, tapi sampai sekarang belum selesai. Mau buat KIS juga terkendala. Akhirnya kami pasrah,” ungkapnya.

Dengan kondisi ekonomi keluarga yang sulit dan suami yang sedang tidak bekerja, Nuraini berharap ada perhatian dari Pemerintah Kota Palembang.

“Saya berharap ada bantuan dari pemerintah kota, khususnya Bapak Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, untuk meringankan beban kami,” pungkasnya.

Menanggapi kasus ini, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di kota tersebut wajib melayani pasien tanpa diskriminasi.

“Jangan pernah menolak pasien, walau hanya bermodal KTP. Sekali lagi, semuanya gratis,” tegasnya, Selasa (13/1). (trn/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#viral #KIS #melahirkan di musala #palembang #musala