RADAR SURABAYA - Persiba Bantul meraih kemenangan penting atas Persebata Lembata NTT dengan skor 2-0 pada lanjutan Liga Nusantara Grup D di Lapangan Pasiran, Surabaya, Selasa (13/1). Hasil ini membuat Persiba kian mantap di posisi ketiga klasemen sementara Grup D, tepat di bawah Persekabpas Pasuruan dan Perseden Denpasar.
Dengan tambahan tiga poin, Persiba menjaga peluang bersaing di papan atas. Sementara itu, Persebata Lembata tetap tertahan di posisi keempat dengan koleksi 15 poin, sama dengan Gresik United yang berada di peringkat kelima. Posisi Persebata kini terancam melorot jika gagal memaksimalkan tiga laga sisa yang masih harus dijalani.
Persebata tampil tanpa kreativitas dan visi permainan yang jelas, terutama pada 45 menit babak kedua. Banyak peluang terbuang akibat kesalahan individu, dengan permainan yang lebih mengandalkan kemampuan personal dibandingkan skema kolektif tim.
Lini tengah Persebata gagal memberi suplai bola efektif ke lini depan. Baghi dan Toi mendapat pengawalan ketat dari pemain Persiba, sehingga penetrasi ke jantung pertahanan lawan sulit dilakukan. Sejumlah crossing yang dilepaskan juga kerap tidak tepat sasaran, bahkan beberapa di antaranya langsung keluar lapangan.
Sebaliknya, Persiba Bantul tampil lebih tenang dan terorganisir. Tim asal Bantul ini mengandalkan permainan satu-dua sentuhan dengan jarak antarlini yang rapat, sehingga skema permainan berjalan cukup rapi dan efisien.
Situasi Persebata semakin sulit ketika dua pemainnya harus diusir keluar lapangan akibat kontak berlebihan dengan pemain Persiba. Kondisi ini jelas merugikan, baik dari sisi jumlah pemain di lapangan maupun potensi sanksi denda yang mengintai tim.
Sejak awal laga, kedua tim memulai pertandingan dengan tempo sedang. Persebata terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola, sementara Persiba Bantul memilih mengandalkan skema serangan balik cepat. Dua winger Persiba yang lincah beberapa kali mampu merepotkan lini belakang Persebata.
Persebata sempat menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, kesalahan umpan serta pengambilan keputusan yang kurang tepat membuat aliran serangan kerap terhenti sebelum membahayakan gawang lawan.
Menjelang akhir babak pertama, wasit menunjuk titik putih setelah tekel Deny dinilai melanggar pemain Persiba di area terlarang. Eksekusi penalti Persiba sukses menaklukkan kiper Persebata dan membawa keunggulan 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persiba bermain lebih pragmatis dengan menjaga keunggulan dan menunggu celah. Keunggulan jumlah pemain setelah dua kartu merah Persebata dimanfaatkan dengan baik. Sebuah serangan terorganisir di pertengahan babak kedua akhirnya berbuah gol kedua Persiba yang sekaligus mengunci kemenangan 2-0.
Hasil ini membuat Persebata gagal meraih poin krusial, sehingga perjuangan mereka untuk memperbaiki posisi klasemen semakin berat di sisa kompetisi Liga Nusantara Grup D. (*)
Editor : Lambertus Hurek