Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Warga Sidorejo Krian Sidoarjo Tetap Tolak Pembangunan Koperasi Merah Putih Meski Sudah Dimediasi

Diky Putra Sansiri • Selasa, 13 Januari 2026 | 16:13 WIB

DIPROTES: Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di atas Lapangan Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo sudah 17 persen. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
DIPROTES: Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di atas Lapangan Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo sudah 17 persen. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO – Penolakan warga terhadap pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di atas Lapangan Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, belum mereda. Meski telah dilakukan mediasi antara pemerintah desa (pemdes) dan warga, hasil pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.

Mediasi yang digelar pada Senin (12/1) malam berlangsung alot. Warga tetap bersikukuh menolak alih fungsi lapangan desa dan meminta agar lokasi pembangunan KDMP dipindahkan. Sementara itu, proyek koperasi tersebut diketahui telah berjalan dengan progres sekitar 17 persen.

Baca Juga: Dinkop UM Sidak Lokasi Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Sidorejo Krian Sidoarjo, Ini Hasilnya

Kepala Desa Sidorejo, Heri Sucipto, mengakui belum adanya titik temu antara pemdes dan warga penolak pembangunan.

“Kami sudah mengumpulkan warga yang keberatan untuk mencari solusi bersama, namun sampai sekarang memang belum ditemukan titik temu,” ujar Heri, Selasa (13/1).

Ia menduga penolakan warga dipicu adanya miskomunikasi atau kurangnya pemahaman sejak tahap awal perencanaan. Karena itu, pemdes berencana kembali menggelar musyawarah lanjutan guna mencari jalan keluar.

Baca Juga: Sidang di PN Surabaya, Terdakwa Jual Tanah SHGU Milik Koperasi, Korban Rugi Miliaran Rupiah 

“Kemungkinan ada ketidaktahuan atau miskomunikasi di awal. Pertemuan semalam belum menghasilkan keputusan pasti, sehingga akan kami lanjutkan dengan musyawarah berikutnya,” jelasnya.

Heri menegaskan, pemilihan lokasi pembangunan KDMP telah melalui prosedur resmi. Pemerintah desa, kata dia, telah menggelar musyawarah desa (musdes) sebanyak dua kali sebelum pembangunan dimulai.

Baca Juga: Ini Alasan Warga Sidorejo Krian Sidoarjo Tolak Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

“Sudah dilakukan musdes, mulai penjaringan calon lokasi hingga penetapan Lapangan Sidorejo sebagai lokasi pembangunan. Lahan tersebut merupakan Tanah Kas Desa (TKD),” tegasnya.

Dalam musdes awal, terdapat tiga alternatif lokasi yang diusulkan, yakni di belakang balai desa, kawasan pedukuhan dekat masjid, serta Lapangan Sidorejo. Pada musdes lanjutan pertengahan November, Lapangan Sidorejo akhirnya disepakati sebagai lokasi pembangunan KDMP.

“Dari hasil musdes lanjutan itu, pembangunan ditetapkan di Lapangan Sidorejo dan saat ini progresnya sekitar 17 persen,” imbuh Heri.

Meski demikian, warga yang menolak pembangunan tetap bergeming. Perwakilan warga Dusun Madubronto, Ardi, menegaskan penolakan tetap disuarakan dan telah disampaikan secara resmi dalam mediasi.

“Harapan kami tetap satu, pembangunan dipindahkan. Itu sudah kami sampaikan dalam rapat semalam,” tegas Ardi.

Menurutnya, Lapangan Sidorejo sejak awal difungsikan sebagai ruang publik dan sarana olahraga warga. Selama ini, lapangan tersebut aktif digunakan untuk kegiatan sepak bola serta berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.

“Lapangan ini ruang publik warga. Kalau dibangun, jelas mengurangi fungsi sosial dan olahraga yang selama ini kami manfaatkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Sidoarjo, Edi Kurniadi, menilai penolakan tersebut hanya datang dari sebagian kecil warga dan dipicu kurangnya pemahaman terhadap program pemerintah.

“Sebagian kecil saja. Artinya ada kelompok masyarakat yang perlu diberikan penjelasan lebih lanjut. Insyaallah tidak ada masalah,” kata Edi, seperti diberitakan sebelumnya.

Sebagai bentuk penolakan, warga sebelumnya memasang spanduk di pintu masuk Lapangan Sidorejo pada Minggu (11/1). Spanduk bertuliskan “#masyarakat peduli desa, kembalikan lapangan Sidorejo seperti semula” menjadi simbol kekecewaan warga yang merasa tidak dilibatkan dalam perencanaan pembangunan.

Hingga kini, Lapangan Sidorejo masih digunakan warga untuk beraktivitas, sementara polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih terus bergulir dan menunggu hasil mediasi lanjutan. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#krian #warga #pembangunan #koperasi #kades