Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengenal Hi-Me! Cermin Cerdas Inovasi Mahasiswa ITS Surabaya, Bisa Pangkas Antrean Pasien

Rahmat Sudrajat • Senin, 12 Januari 2026 | 16:10 WIB
INOVASI: Cermin Hi-Me! karya tim mahasiswa Departemen Teknik Biomedik ITS untuk mengukur delapan parameter tanda vital tubuh.
INOVASI: Cermin Hi-Me! karya tim mahasiswa Departemen Teknik Biomedik ITS untuk mengukur delapan parameter tanda vital tubuh.

RADAR SURABAYA - Mahasiswa Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi di bidang kesehatan, berupa cermin cerdas bernama Hi-Me!

Alat skrining kesehatan berbasis teknologi multi sensor dan deep learning ini, mampu mendeteksi delapan parameter tanda vital tubuh secara cepat dan efisien.

Salah satu anggota tim, Andi Lisnaini Ramadhani, menjelaskan, alat ini merupakan hasil kerja sama tim dengan dosen pembimbing.

“Alat ini merupakan hasil brainstorming tim kami dengan dosen pembimbing,” ujarnya, Senin (12/1).

Gagasan terciptanya Hi-Me! berawal dari dorongan dosen pembimbing untuk mengembangkan hasil penelitian tugas akhir mahasiswa, dengan tujuan menciptakan inovasi yang menjawab permasalahan efisiensi pelayanan kesehatan.

“Hi-Me! dirancang untuk membantu mengurangi waktu antrean pasien yang kerap melebihi batas 60 menit sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan,” jelas Andi.

Cermin cerdas tersebut memanfaatkan lima sensor utama untuk mengukur tinggi badan, berat badan, suhu tubuh, laju pernapasan, dan denyut nadi.

Selain itu, tiga model deep learning digunakan untuk mengestimasi tekanan darah sistolik dan diastolik serta kadar gula darah secara non-invasif.

“Alat ini mampu melakukan pengukuran pada delapan parameter tanda vital tubuh hanya dalam kurun waktu tiga menit,” imbuhnya.

Selain kecepatan pengukuran, Hi-Me! juga dilengkapi sistem rekam medis elektronik (EMR) berbasis web.

Melalui sistem ini, pengguna dapat mengakses riwayat pemeriksaan secara daring tanpa perlu integrasi langsung dengan rumah sakit.

“Walau belum terintegrasi dengan sistem rumah sakit, kami meluncurkan EMR berbasis web agar data hasil pemeriksaan dapat disimpan dan diakses dengan mudah,” papar Andi.

Dari sisi efisiensi, alat ini tidak hanya mempercepat waktu pemeriksaan tetapi juga mengintegrasikan semua pengukuran dalam satu perangkat.

Hal ini dinilai membantu tenaga medis memperoleh data awal kondisi pasien dengan lebih praktis dan akurat.

“Dengan satu alat, delapan parameter tubuh dapat terdeteksi secara otomatis, sehingga lebih praktis dan akurat karena telah diuji kalibrasinya,” terang Andi.

Hi-Me! menjadi bagian dari upaya transformasi layanan kesehatan modern, namun masih memerlukan tahapan lanjutan sebelum diterapkan secara luas.

“Hi-Me! sudah sekitar 50 persen siap, namun perlu peningkatan akurasi model deep learning, kalibrasi sensor, serta penelitian lanjutan sebelum digunakan secara komersial,” imbuhnya.

Ke depannya, tim berencana mengembangkan alat ini agar lebih fleksibel untuk semua kalangan usia.

Dengan slogan Your Health, Reflected in Seconds, Hi-Me! ingin menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami, Hi-Me! dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sekaligus mempercepat transformasi digital di sektor kesehatan,” pungkasnya. (rmt/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#mahasiswa #its surabaya #pasien #inovasi #cermin cerdas #antrean #Parameter #teknologi