Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Golden Ticket Unair 2026 Tak Kurangi Kuota SNBP, Ini Syarat dan Cara Lolosnya

Rahmat Sudrajat • Senin, 12 Januari 2026 | 06:44 WIB
Ahmad Sholihin
Ahmad Sholihin

RADAR SURABAYA — Program Golden Ticket Universitas Airlangga (Unair) 2026 dipastikan tidak akan mengurangi kuota jalur reguler Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Kepastian tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Achmad Solihin, dalam rangkaian kegiatan Airlangga Education Expo (AEE) 2026.

Menurut Solihin, Golden Ticket justru menjadi jalur tambahan yang membuka peluang lebih luas bagi calon mahasiswa berprestasi untuk diterima di Unair tanpa mengganggu kuota reguler SNBP.

“Golden Ticket itu tidak mengambil kuota SNBP. Justru menambah. Mahasiswa yang diterima melalui jalur ini adalah tambahan di luar kuota reguler,” tegas Solihin, Minggu (11/1).

AEE 2026 Jadi Syarat Wajib Golden Ticket Unair

Solihin menjelaskan, AEE 2026 bukan sekadar pameran pendidikan, melainkan syarat wajib bagi calon peserta Golden Ticket.

AEE diselenggarakan selama tiga hari dan menjadi momentum penting bagi calon mahasiswa yang ingin mengenal sistem seleksi Unair secara langsung.

“Kalau ingin tahu lebih dalam tentang Golden Ticket, datang ke AEE. Ini waktu yang sangat berharga bagi calon Ksatria Airlangga,” ujarnya.

Tiga Syarat Utama Ikut Golden Ticket

Untuk mengikuti seleksi Golden Ticket Unair 2026, calon mahasiswa wajib memenuhi tiga ketentuan utama, yaitu:

1. Eligible SNBP sesuai ketentuan nasional.

2. Menempatkan Universitas Airlangga sebagai pilihan pertama di SNBP.

3. Memiliki sertifikat keikutsertaan Airlangga Education Expo (AEE) 2026.

Prestasi Dinilai Menyeluruh dan Linier

Golden Ticket merupakan program tahunan Unair untuk menjaring calon mahasiswa berprestasi akademik dan nonakademik.

Penilaian tidak terbatas pada olimpiade, tetapi juga mencakup kepemimpinan (ketua OSIS), prestasi olahraga, hingga penghafal kitab suci dari seluruh agama yang diakui di Indonesia.

Dalam seleksi, PPMB Unair melakukan penilaian menyeluruh, meliputi: Bobot prestasi, Tingkat kejuaraan, Peringkat juara. 

Kesesuaian prestasi dengan program studi pilihan

“Semakin linier prestasi dengan jurusan yang dipilih, bobotnya akan semakin tinggi. Juara internasional tentu lebih bernilai dibandingkan nasional atau provinsi,” jelas Solihin.

Tak Ada Kuota Tetap per Fakultas

Unair tidak menetapkan batas kuota tetap Golden Ticket untuk setiap fakultas. Hanya peserta yang benar-benar layak yang akan diterima.

“Kalau prestasinya belum mencukupi, Golden Ticket bisa saja tidak diberikan,” tegas Solihin.

 

Peringatan Soal Sertifikat dan Olimpiade Palsu

Solihin mengingatkan calon mahasiswa agar selektif memilih ajang prestasi. Banyak lomba bersifat komersial yang kredibilitasnya diragukan, terutama kompetisi daring.

“Sekarang banyak olimpiade yang sifatnya bisnis. Kredibilitas penyelenggaranya tentu kami pertanyakan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Unair tidak pernah bekerja sama dengan bimbingan belajar mana pun.

 “Jika ada yang mengklaim bekerja sama dengan Unair dan bimbel, itu tidak benar,” ujarnya.

Kesempatan Emas bagi Calon Ksatria Airlangga

Dengan skema ini, Golden Ticket menjadi jalur prestasi paling strategis bagi siswa berprestasi yang ingin menembus Unair tanpa harus mengorbankan peluang melalui SNBP.

Calon mahasiswa yang ingin mendaftar wajib hadir dan mengikuti AEE 2026 sebagai pintu awal menuju kesempatan emas tersebut.(rmt) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Airlangga Education Expo 2026 #golden ticket #AEE #Unair #SNBP #universitas airlangga