RADAR SURABAYA - Sabtu (10/1) malam dan Minggu (11/1) dini hari, dua gempa bumi beruntun mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa pertama berkekuatan magnitudo 6,4 terjadi di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Tak lama kemudian, gempa kedua berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Tanimbar, Maluku.
Meski guncangan terasa di sejumlah daerah, BMKG memastikan kedua gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami.
Gempa di Melonguane, Sulawesi Utara, terjadi pada Sabtu pukul 21.58 WIB dengan kekuatan magnitudo 6,4 setelah pemutakhiran dari data awal 7,1.
Episenter gempa berada di laut pada jarak 40 kilometer tenggara Melonguane dengan kedalaman 31 kilometer.
BMKG menyebut gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi batuan di Lempeng Maluku.
Guncangan dirasakan cukup kuat di Tobelo, Sitaro, dan Morotai dengan intensitas III–IV MMI, yang berarti getaran terasa jelas di dalam rumah dan membuat sebagian orang keluar untuk menyelamatkan diri.
Sementara itu, gempa di Tanimbar, Maluku, terjadi pada Minggu pukul 03.43 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,1. Episenter gempa berada di laut pada jarak 223 kilometer barat laut Tanimbar dengan kedalaman 174 kilometer.
BMKG menjelaskan gempa ini termasuk kategori menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Banda.
Guncangan terasa ringan di sekitar Tanimbar, namun tidak menimbulkan kerusakan serius. BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan bahwa masyarakat diminta tetap waspada meski gempa tidak menimbulkan ancaman tsunami.
“Gempa di Melonguane memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun. Guncangan dirasakan di beberapa wilayah, namun tidak ada potensi tsunami. Untuk gempa di Tanimbar, meski terasa, tidak menimbulkan dampak signifikan,” kata Daryono.
Hingga pagi ini, tidak ada laporan kerusakan serius maupun korban jiwa dari kedua gempa.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Pemerintah menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan gempa agar dampak bencana dapat diminimalisir. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari