Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Abu Jenazah Pelatih Valencia CF dan Dua Anak Dipulangkan ke Spanyol, Keluarga Masih Berharap Sang Putra Hilang Ditemukan

Nurista Purnamasari • Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:39 WIB
Sebagai bentuk penghormatan untuk korban KM Putri Sakinah yang kecelakaan di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (9/1), Tim SAR gabungan menaburkan bunga,
Sebagai bentuk penghormatan untuk korban KM Putri Sakinah yang kecelakaan di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (9/1), Tim SAR gabungan menaburkan bunga,

RADAR SURABAYA - Setelah masa pencarian yang panjang dan satu putranya belum ditemukan, abu jenazah pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando bersama dua anaknya yang menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Labuan Bajo dibawa pulang ke Spanyol.

Sang istri, Andrea Ortuno, bersama sejumlah anggota keluarga, membawa abu jenazah tersebut setelah prosesi kremasi dilakukan di Bali.

Ketua DPC Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, yang mendampingi keluarga selama di Indonesia, menjelaskan bahwa sebelum dibawa ke Spanyol, Andrea sempat menggelar tabur bunga di lokasi kapal tenggelam.

“Istri Fernando sudah ke Spanyol membawa abu jenazah setelah melakukan tabur bunga di Selat Pulau Padar. Keluarga juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras tim SAR dalam pencarian korban,” ujar Budi, Sabtu (10/1).

Operasi pencarian korban berlangsung selama 15 hari dan resmi ditutup pada Jumat (9/1). Dari hasil pencarian, ditemukan tiga korban yakni Fernando, putrinya berusia 12 tahun, dan anak laki-lakinya berusia 10 tahun. Sementara satu anak laki-laki Fernando masih dinyatakan hilang.

Budi menambahkan bahwa keluarga Fernando sangat mengapresiasi upaya maksimal yang dilakukan tim SAR gabungan, termasuk dukungan dari Kedutaan Besar Spanyol.

“Terima kasih kepada semua pihak. Dubes Spanyol dan keluarga melihat semua upaya dilakukan dengan maksimal. Meski pahit dan hati hancur, mereka sangat menghargai kerja keras tim di lapangan,” kata Budi.

Satu perwakilan keluarga masih bertahan di Indonesia, berharap anak Fernando yang hilang dapat ditemukan oleh nelayan atau kapal wisata di sekitar Labuan Bajo.

“Pihak keluarga sementara masih ada yang menunggu di Bali beberapa hari, berharap ada nelayan atau siapapun yang mungkin bisa menemukan anaknya,” jelas Budi.

Sementara itu, Nakhoda KM Putri Sakinah berinisial L dan KKM tidak ditahan. "Dapat kami sampaikan kepada rekan-rekan terkait nakhoda KM Putri Sakinah saat ini tidak dilakukan penahanan. Hanya wajib lapor," ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra dikutip dari Detikcom, Sabtu (10/1).

Henry menjelaskan alasan L dan KKM tak ditahan itu merujuk pada paradigma dan penyesuaian KUHP Nasional atau Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 sehingga penahanan merupakan langkah terakhir atau ultimum remedium.

Menurutnya, dalam penyidikannya, polisi berfokus pada dugaan kelalaian operasional yang diatur dalam Pasal 359 KUHP juncto Pasal 332 KUHP Baru, terkait prosedur navigasi dan pemeliharaan mesin dalam kondisi cuaca ekstrem.

"Hingga saat ini penyidik telah memeriksa 18 saksi, termasuk awak kapal dan pemilik kapal guna mendalami aspek kelaikan teknis dan SOP operasional," jelas Henry.

Ia menegaskan proses penyidikan itu bersifat dinamis. Jika ditemukan adanya bukti yang kuat terkait kelalaian dan pembiaran dari pihak lain seperti manajemen dan pemilik, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kapal tenggelam #KM Putri Sakinah #Martin Carreras Fernando #abu jenazah #Labuan Bajo