Coaching Clinic MLBB Goes to School Tekankan Pentingnya Kerja Tim Sejak Dini
Andy Satria• Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:43 WIB
COACHING CLINIC: Mantan analis tim Evos Legends, Ade Setiawa dan mantan pelatih Alter Ego, Nafari memberikan pelatihan singkat bermain MLBB kepada para peserta, di Tunjungan Plaza Surabaya.
Pembinaan Esports Pelajar SD–SMP di Surabaya Dorong Regenerasi Atlet Nasional
RADAR SURABAYA — Pembinaan atlet esports usia dini semakin mendapat perhatian serius. Melalui kegiatan Coaching Clinic: Understanding Better Gameplay and Strategy,
para pelajar SD dan SMP diajak memahami dasar bermain Mobile Legends Bang Bang (MLBB) secara sehat, terarah, dan berorientasi masa depan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program MLBB Goes to School, yang menggabungkan turnamen pelajar dengan pembinaan karakter dan kemampuan esports.
Acara ini digelar di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Jumat (9/1), dan diikuti puluhan pelajar dari berbagai sekolah.
Kerja Tim Jadi Fondasi Utama
Mantan analis EVOS Legends, Ade Setiawan, membuka sesi talkshow dengan menekankan bahwa pertemanan dan kerja tim merupakan fondasi utama dalam mendalami permainan MLBB, terutama bagi pelajar usia dini.
“Biasanya awal belajar MLBB itu dari teman. Di usia ini, mereka bermain saat waktu luang. Selebihnya tetap sekolah dan mengerjakan tugas,” ujar Ade.
Menurutnya, komunikasi di luar permainan justru menjadi kunci saat berada di dalam gim. Mulai dari diskusi pemilihan hero, pembagian peran, hingga membangun kepercayaan antarpemain.
“Ketika bertemu teman, mereka bisa berdiskusi mau memakai hero apa, disesuaikan. Itu fondasi penting,” tambahnya.
Potensi Pelajar Sangat Besar
Ade menilai banyak siswa SD dan SMP saat ini telah memiliki kemampuan dasar bermain MLBB yang cukup baik. Potensi tersebut dapat terus diasah hingga jenjang SMA dan perguruan tinggi.
“Mereka berada di momen yang tepat untuk belajar sedikit demi sedikit. Ke depan, ini bisa menjadi bekal jika ingin menjadi pemain profesional,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tiga peran krusial dalam permainan, yakni mid lane, roamer, dan jungler, yang menuntut komunikasi serta kerja sama tingkat tinggi.
“Tiga role ini biasanya satu paket. Belajar memainkan hero support seperti Estes atau Lolita itu penting karena membutuhkan teamwork.
Trio mid lane adalah jantung tim, harus belajar koordinasi, membuka map, dan mengatur timing berkumpul,” katanya.
Regenerasi Atlet Esports Nasional
Ade mengapresiasi program MLBB Goes to School sebagai wadah penting regenerasi atlet esports Indonesia.
“Regenerasinya besar. Dari turnamen anak SD dan SMP ini bisa muncul calon pemain profesional, tanpa meninggalkan sekolah dan masa depan mereka,” ujarnya.
Jangan Fokus Mekanik, Utamakan Mental Tim
Sementara itu, mantan pelatih Alter Ego, Nafari, mengingatkan para peserta agar tidak hanya terpaku pada kemampuan mekanik individu.
“Tujuan utama kalian itu bermain tim. Bukan soal jago Ling atau Fanny saja,” tegasnya.
Pelatih yang juga pernah menangani tim Malaysia Todak tersebut menekankan pentingnya mengontrol ego dalam permainan tim.
“Belajar mendengarkan tim, mendengarkan pelatih. MLBB itu gim tim, bukan individu,” ujarnya.
Menurut Nafari, masa depan esports sangat menjanjikan jika dibarengi dengan pendampingan yang tepat.
“Program ini bagus karena ada pembimbing. Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga diingatkan tugas sekolahnya,” ucapnya.
Ia pun menenangkan kekhawatiran orang tua mengenai dunia esports.“Sekarang banyak orang sukses dari gim. Jalannya banyak. Selama terarah, ini sangat positif,” pungkas Nafari.
Membangun Karakter dan Prestasi Sejak Dini
Program MLBB Goes to School tidak hanya membangun keterampilan bermain, tetapi juga membentuk karakter disiplin, komunikasi, dan kerja sama yang menjadi bekal penting bagi generasi muda di masa depan.
Dengan pendekatan pembinaan yang terstruktur, dunia esports kini tidak lagi sekadar hobi, tetapi menjadi jalur prestasi dan profesi yang menjanjikan bagi pelajar Indonesia.(sam)