RADAR SURABAYA - Setelah 15 hari pencarian, operasi SAR terhadap korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi ditutup pada Jumat (9/6).
Tim SAR gabungan telah berupaya maksimal menyisir laut, pesisir, hingga hutan bakau, namun satu korban warga negara Spanyol masih belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa keputusan penutupan operasi diambil setelah seluruh prosedur pencarian maksimal dilaksanakan.
“Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KM Putri Sakinah resmi ditutup. Seluruh upaya sudah dilakukan, baik di permukaan maupun bawah laut, namun satu korban masih belum ditemukan,” ujar Fathur, Jumat (9/1).
Operasi SAR melibatkan lebih dari 160 personel gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, KSOP Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, komunitas penyelam, hingga relawan lokal. Selama pencarian, tim berhasil menemukan tiga korban, yakni pelatih Valencia FC B, Fernando Martin Carreras, yang jenazahnya ditemukan di perairan Selat Padar dan kedua anaknya.
Bupati Manggarai Barat, Edi Stasius Endi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR atas dedikasi mereka.
“Pencarian korban tidaklah mudah karena harus berhadapan dengan gelombang dan arus kuat di perairan Labuan Bajo. Kami berterima kasih atas kerja keras tim SAR gabungan yang telah menemukan tiga korban,” kata Edi saat penutupan operasi di Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Keluarga korban juga menyampaikan rasa terima kasih atas upaya pencarian yang dilakukan, meski satu korban masih belum ditemukan.
KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam pada 26 Desember 2025 saat berlayar di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo.
Kapal wisata tersebut membawa sejumlah penumpang, termasuk empat warga negara Spanyol.
Dari empat korban, tiga berhasil ditemukan, sementara satu korban masih dinyatakan hilang hingga operasi resmi ditutup.
Untuk diketahui, kapal KM Putri Sakinah tenggelam setelah mengalami mati mesin dan dihantam gelombang tinggi secara tiba-tiba.
“Gelombang yang terjadi adalah swell, datang mendadak dengan ketinggian 2–3 meter dan berlangsung singkat, sekitar setengah hingga satu jam. Ini menyulitkan pencarian awal,” jelas Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto.
Kapal tersebut mengangkut total 11 orang, terdiri dari wisatawan asing, pemandu wisata, dan kru kapal. Saat kejadian, kapal berada di Selat Pulau Padar, salah satu jalur wisata populer di kawasan Taman Nasional Komodo.
7 orang berhasil selamat yakni 2 wisatawan asal Spanyol, 1 pemandu wisata, dan 4 kru kapal. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari