Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sebanyak 18 Pasien Super Flu Terdeteksi di Jawa Timur, Mayoritas Dari Malang

Mus Purmadani • Jumat, 9 Januari 2026 | 16:26 WIB
Vaksinasi dianggap efektif untuk mencegah penyakit super flu. (IST)
Vaksinasi dianggap efektif untuk mencegah penyakit super flu. (IST)

RADAR SURABAYA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur memastikan temuan kasus influenza A subtipe H3N2 clade K di wilayah Jawa Timur masih dalam kondisi terkendali. Masyarakat diminta tidak panik dan tetap disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama bagi kelompok rentan.

Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Astha Triyono menegaskan, virus yang belakangan disebut sebagai super flu tersebut tidak memiliki karakteristik khusus yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. “Perlu dipahami masyarakat bahwa tidak ada yang khusus dengan super flu. Ini sama seperti influenza yang lain,” ujar dr Erwin, Jumat (9/1).

Baca Juga: Cara Unik, Bhabinkamtibmas di Sidoarjo Bawa Rombong Jamu dan Kopi Keliling saat Patroli

Ia menjelaskan, hingga saat ini tercatat 18 pasien yang terdeteksi melalui sistem surveilans kesehatan. Seluruh pasien mengalami gejala ringan dan telah sembuh dalam waktu sekitar satu minggu.

“Keluhannya relatif ringan, panas dan pilek. Belum ada laporan yang mengarah pada sesak napas atau kondisi berat,” jelasnya.

Menurut dr Erwin, mutasi pada virus influenza merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari. Mutasi tersebut merupakan mekanisme alami virus untuk bertahan hidup.

“Virus itu prinsipnya terus bermutasi. Itu bagian dari mekanisme mempertahankan diri. Tapi bagi kami di bidang medis, yang terpenting adalah keberadaannya terus dimonitor,” ujarnya.

Baca Juga: Pakar Ekologi Unesa Sebut 19 Persen Mangrove Indonesia Rusak, Terumbu Karang dalam Kondisi Sedang

Meski situasi masih terkendali, Dinkes Jatim mengingatkan kelompok dengan daya tahan tubuh rendah agar meningkatkan kewaspadaan. Kelompok tersebut meliputi bayi, ibu hamil, lansia, serta pasien dengan penyakit penyerta seperti keganasan. “Mereka lebih rentan. Jadi perlu ekstra hati-hati,” tegas Erwin.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, khususnya saat sedang sakit atau berada di kerumunan. Selain itu, vaksinasi influenza juga disarankan sebagai upaya perlindungan tambahan.

“Vaksin memang tidak melindungi 100 persen, tetapi bisa mengurangi keparahan penyakit dan menurunkan risiko kematian,” katanya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Influenza A H3N2 subclade K #Super Flu #Erwin Astha Triyono #virus flu #dinas kesehatan jawa timur #Superflu