Superflu H3N2 Merebak di Indonesia, Pakar Unair Tekankan Pentingnya Vaksinasi dan Waspada Pneumonia
Rahmat Sudrajat• Kamis, 8 Januari 2026 | 06:40 WIB
Vaksinasi dibutuhkan untuk kelompok rentan agar terhindar dari Superflu yang saat ini merebak di Indonesia.
Superflu H3N2 Meningkat, Masyarakat Diminta Tidak Remehkan Gejala Flu
RADAR SURABAYA — Varian baru influenza, H3N2 Subclade K atau dikenal sebagai superflu, kini mulai merebak di Indonesia.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim hujan yang rawan mempercepat penularan penyakit pernapasan.
Pakar Imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, M.Si., menegaskan bahwa varian tersebut merupakan bagian dari virus Influenza tipe A yang memiliki tingkat mutasi tinggi.
“Virus influenza, khususnya tipe A, sangat dinamis. Kemampuannya melakukan reassortment dan antigenic drift membuat virus terus berevolusi dan memunculkan varian baru yang berpotensi menimbulkan gejala lebih berat,” ujarnya, Rabu (7/1).
Puluhan Kasus Terdeteksi, Jawa Timur Masuk Wilayah Waspada
Hingga saat ini, varian H3N2 Subclade K telah terdeteksi sebanyak 62 kasus di Indonesia, termasuk 23 kasus di Jawa Timur.
Meski gejalanya menyerupai flu biasa seperti demam, batuk, dan nyeri otot, mutasi virus ini meningkatkan risiko komplikasi serius, terutama pneumonia pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
Diagnosis Dini dan Vaksinasi Jadi Kunci Pencegahan
Dr. Agung menekankan pentingnya diagnosis dini melalui pemeriksaan laboratorium mikrobiologi klinik. Metode Real-Time PCR (RT-PCR) tetap menjadi standar emas dalam membedakan influenza dari virus pernapasan lain seperti SARS-CoV-2 dan RSV.
“Diagnosis cepat bukan hanya menentukan terapi, tetapi juga penting untuk surveilans guna memantau kemungkinan resistansi virus terhadap antivirus,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa vaksinasi influenza tahunan merupakan langkah paling efektif untuk menekan risiko keparahan akibat superflu. Mengingat virus influenza terus bermutasi, pembaruan vaksin secara berkala menjadi keharusan.
“Vaksinasi dan proteksi pribadi adalah kunci utama. Jika individu terlindungi, maka risiko penularan di tingkat komunitas juga akan menurun,” tegasnya.
Tetap Terapkan Protokol Kesehatan
Selain vaksinasi, masyarakat diminta tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Dari sisi pengobatan, pemberian antivirus seperti Oseltamivir dinilai paling efektif bila diberikan dalam waktu kurang dari 48 jam sejak gejala awal muncul.
Dengan meningkatnya kasus superflu H3N2, kesadaran masyarakat menjadi faktor penentu dalam menekan potensi wabah.
Pemeriksaan dini, vaksinasi lengkap, dan perilaku hidup bersih menjadi benteng utama melindungi diri dan lingkungan sekitar.(rmt)