Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Museum Pendidikan Surabaya Belum Punya Koleksi Aksara Kawi

Rahmat Sudrajat • Rabu, 7 Januari 2026 | 16:46 WIB

 

SUNYI: Museum Pendidikan di Jalan Genteng Kali Surabaya yang menyimpan berbagai benda sejarah tentang pendidikan.
SUNYI: Museum Pendidikan di Jalan Genteng Kali Surabaya yang menyimpan berbagai benda sejarah tentang pendidikan.

RADAR SURABAYA - Museum Pendidikan Surabaya menyimpan ingatan kolektif bangsa terkait bukti materiil pendidikan di Kota Pahlawan, mulai dari alat belajar, sepeda, hingga alat cetak dan aksara sebagai sarana penyampaian pelajaran.

Narasi dan koleksinya mencakup masa pra-aksara hingga era kemerdekaan, dengan tampilan diorama manusia purba, manekin pembelajaran tradisional pesantren, artefak aksara Jawa dan Pegon, serta buku pelajaran zaman dulu.

Namun, aksara Kawi (Jawa Kuno) yang ada di era Majapahit hingga kini belum terlihat dalam koleksinya.

Museum ini menyajikan sejarah pendidikan secara kronologis, khususnya di Surabaya, mulai dari sistem pendidikan pra-aksara hingga masa aksara.

Pegiat Sejarah Kota Surabaya, Nanang Purwono, mengatakan, peralihan dari masa pra-aksara ke masa aksara sangat penting, karena menjadi tonggak kemampuan manusia merekam dan mentransmisikan informasi secara tertulis.

"Menurut catatan sejarah, aksara Kawi pernah berkembang di Surabaya. Nama Surabaya (Syurabhaya) sendiri tertulis dalam aksara Kawi pada Prasasti Canggu (1358 M) yang berada di Museum Nasional Indonesia Jakarta," tutur Nanang, Rabu (7/1).

Selain itu, lanjut Nanang, tulisan aksara Kawi juga ditemukan pada arca Joko Dolog (perwujudan Raja Kertanegara Singasari) dan gentong kuno di komplek Pesarean Agung Botoputih Pegirian Surabaya.

Aksara ini juga digunakan pada masa Kerajaan Majapahit yang meliputi wilayah Surabaya dan Jawa Timur.

"Oleh karena itu, Museum Pendidikan Surabaya dianggap layak mengoleksi benda-berbenda yang bertuliskan aksara Kawi untuk selaras dengan fungsi dan fakta historis lapangan," ujarnya.

Salah satu usulannya adalah membuat replika Prasasti Canggu dan menduplikasi arca Joko Dolog.

“Mudah sekali kok, tinggal menduplikat saja Prasasti Canggu dan arca Joko Dolog. Barangnya ada," ujar Hermas Thony, pengusul Aksara dalam Raperda Pemajuan Kebudayaan, Kejuangan dan Kepahlawanan Surabaya yang juga mengamati koleksi aksara di museum. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Pesantren #aksara kawi #artefak #kota pahlawan #pendidikan #pegon #koleksi #tradisional #museum pendidikan surabaya #aksara jawa