RADAR SURABAYA– Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan signifikan biaya haji mulai beberapa tahun ke depan melalui kebijakan strategis berupa pembangunan
Kampung Haji di Makkah, penambahan jumlah penerbangan, serta pemangkasan masa tinggal jemaah di Arab Saudi.
Langkah ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto guna meringankan beban calon jemaah haji Indonesia yang selama ini menghadapi biaya tinggi akibat lamanya masa tinggal dan mahalnya akomodasi di Tanah Suci.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah sedang menyiapkan berbagai skenario agar biaya haji dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Target kami jelas, biaya haji harus bisa semurah mungkin. Ujungnya adalah bagaimana kita mengurangi beban jemaah dengan berbagai cara,” ujar Prasetyo di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1).
Kampung Haji Jadi Kunci Pengendali Biaya
Salah satu terobosan utama adalah pembangunan Kampung Haji yang akan dikelola langsung oleh Indonesia di kawasan Thakher, Makkah.
Fasilitas ini memungkinkan Indonesia mengontrol akomodasi, layanan, dan logistik jemaah secara lebih efisien tanpa ketergantungan penuh pada penyedia lokal.
Selain itu, pemerintah juga tengah bernegosiasi dengan maskapai untuk menambah jumlah penerbangan haji agar waktu tunggu keberangkatan semakin singkat.
“Kita bangun sendiri Kampung Haji dan menambah flight supaya waktu tunggu tidak terlalu panjang,” jelas Prasetyo.
Masa Tinggal Dipangkas, Biaya Otomatis Turun
Saat ini, rata-rata masa tinggal jemaah haji Indonesia di Arab Saudi mencapai 41 hari. Pemerintah menargetkan pemangkasan hingga mendekati pola Malaysia yang hanya sekitar 31 hari.
Pengurangan durasi tinggal tersebut diproyeksikan memberi dampak langsung terhadap efisiensi biaya akomodasi, konsumsi, transportasi, dan layanan pendukung lainnya.
Kampung Haji Beroperasi 2027
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memastikan Kampung Haji belum bisa digunakan pada musim haji 2026.
“Kemungkinan baru bisa dimanfaatkan pada 2027,” katanya.
Ia juga menegaskan hingga kini skema kedatangan jemaah masih tetap melalui Madinah dan Jeddah, tanpa perubahan rute.
Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan pembangunan Kampung Haji dijadwalkan mulai kuartal IV 2026.
Untuk musim haji tahun ini, sejumlah aset yang telah dibeli masih dalam tahap survei oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan