RADAR SURABAYA – Perkembangan virus influenza A (H3N2) alias super flu secara global menunjukkan tren peningkatan. Bahkan saat ini ditemukan varian baru subclade K di sejumlah negara Asia termasuk di Indonesia.
Berdasarkan pemeriksaan dari 88 sentinel ILI SARI di seluruh Indonesia yang diperiksa di laboratorium kesehatan masyarakat serta laboratorium rujukan berstandar biosafety level 3 (BSL-3), hingga akhir Desember tercatat total 62 kasus di delapan provinsi termasuk Jatim.
Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, virus influenza A (H3N2) subclade K di Jatim hingga akhir 2025 masih dalam keadaan terkendali.
Hasil tersebut secara rutin dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya, yang kemudian diteruskan ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (Biokes) Jakarta untuk pemeriksaan Whole Genome Sequencing.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 18 kasus positif dengan waktu pengambilan spesimen pada September-November 2025. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja, dengan proporsi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan.
"Seluruh temuan ini menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperkuat kewaspadaan dini, terutama melalui pemantauan kasus ISPA di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Terkait penemuan tersebut, Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemantauan rutin surveilans ILI-SARI, koordinasi intensif dengan Kemenkes RI dan BBLKM Surabaya.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga secara rutin memantau Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) mingguan serta pelaporan hasil pemeriksaan spesimen melalui aplikasi NAR sebagai bagian dari upaya deteksi dini berbasis data.
Di sisi lain pembaruan dan refreshing kepada petugas kesehatan terkait penanganan ISPA terus dilakukan, guna memastikan layanan kesehatan tetap responsif.
Edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat juga terus digencarkan melalui penerapan etika batuk dan PHBS. Vaksin influenza, khususnya bagi kelompok berisiko seperti balita dan individu dengan daya tahan tubuh rendah, menjadi langkah pencegahan penting yang perlu diperhatikan. (*)
Editor : Lambertus Hurek