Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Liga Nusantara: Persebata Lembata NTT Gagal Menang Lawan Waanal Brother meski Unggul Jumlah Pemain, Suporter Kecewa

Lambertus Hurek • Selasa, 6 Januari 2026 | 04:28 WIB

 

Pemain Persebata Lembata NTT berlaga di Liga Nusantara Grup D yang dipusatkan di Surabaya. (IST)
Pemain Persebata Lembata NTT berlaga di Liga Nusantara Grup D yang dipusatkan di Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA - Persebata Lembata NTT harus puas berbagi poin usai bermain imbang 1-1 melawan Waanal Brother FC Papua pada lanjutan Liga Nusantara Grup D di Lapangan Pasiran, Surabaya, Senin (5/1/2026) petang. Hasil ini terasa pahit bagi Laskar Sembur Paus yang tampil dominan dan sempat menghadapi lawan dengan 10 pemain.

Sejak awal laga, kedua tim bermain dengan tempo sedang. Waanal Brother mengandalkan pola umpan pendek satu-dua di area permainan sendiri untuk menarik pemain Persebata, sebelum melepaskan direct ball memanfaatkan kecepatan para winger mereka. Strategi itu beberapa kali merepotkan lini belakang Persebata, meski barisan pertahanan Laskar Sembur Paus masih mampu mengantisipasi.

Ancaman serius pertama datang pada menit ke-10. Striker Waanal Brother melepaskan tendangan keras, namun masih mampu diamankan penjaga gawang Persebata, Bryan. Sepanjang babak pertama, Persebata beberapa kali tertekan, namun juga sukses menerapkan jebakan offside. Dalam 15 menit pertandingan, pemain Waanal Brother tercatat beberapa kali terperangkap offside.

Gol pembuka Persebata akhirnya tercipta pada menit ke-35. Berawal dari kesalahan pemain belakang Waanal Brother, Kristo berhasil merebut bola dan langsung mengirimkannya kepada Yohanes Baghi. Tanpa kontrol, Baghi memberikan umpan terobosan matang yang dimanfaatkan Ilham untuk menjebol gawang lawan. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persebata sempat mendapat keuntungan besar. Pada menit ke-65, striker Waanal Brother diganjar kartu kuning kedua usai melanggar kapten Persebata, Denny. Waanal Brother pun harus bermain dengan 10 orang.

Namun keunggulan jumlah pemain tidak mampu dimaksimalkan Persebata. Justru Waanal Brother tetap tampil agresif dengan mengandalkan umpan direct ball ke area pertahanan Persebata. Tekanan itu berbuah gol penyeimbang lewat Bahari Kurniawan. Winger lincah Waanal Brother tersebut memanfaatkan bola panjang dari area belakang, lalu dengan kecepatannya mampu memperdayai Bryan.

Setelah skor imbang 1-1, Persebata meningkatkan intensitas pressing. Sayangnya hingga menit ke-80 dan seterusnya, Laskar Sembur Paus kesulitan menambah gol. Lini tengah Persebata dinilai kurang mampu mengimbangi keaktifan dan kecepatan gelandang Waanal Brother, sehingga suplai bola ke lini depan sering terputus. Akurasi umpan antarpemain juga menjadi pekerjaan rumah yang terlihat jelas dalam laga ini.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 1-1 tidak berubah. Hasil ini membuat banyak suporter Persebata yang memadati Lapangan Pasiran merasa kecewa. Mereka menilai hasil imbang tersebut serasa kekalahan, mengingat Persebata tampil dominan dan unggul jumlah pemain hampir sepanjang babak kedua.

Meski gagal meraih poin penuh, Persebata masih aman di posisi ketiga klasemen sementara Grup D Liga Nusantara. Sementara itu, Waanal Brother FC tetap berada di peringkat keenam atau juru kunci klasemen. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Lapangan Pasiran Surabaya #Waanal Brother FC #Klasemen Liga Nusantara #liga nusantara #Persebata Lembata