RADAR SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) kembali melaksanakan program pengabdian masyarakat besar-besaran melalui Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7.
Sebanyak 2.716 mahasiswa diterjunkan ke enam kabupaten/kota di Jawa Timur dan dua negara di Asia.
Program ini merupakan wujud nyata implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sekaligus media bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu langsung di tengah masyarakat.
BBK Unair 2025: Dari Lamongan Hingga Jepang
Kegiatan BBK tahun ini mencakup dua skala:
1. Skala Regional (Jawa Timur): 2.716 mahasiswa akan mengabdi di Surabaya, Madiun, Gresik, Mojokerto, Lamongan, dan Banyuwangi.
2. Skala Internasional: 62 mahasiswa terpilih akan melaksanakan BBK di Malaysia dan Jepang, memperluas wawasan dan praktik global.
Masa pengabdian berlangsung selama hampir satu bulan, dari 5 Januari hingga 2 Februari 2025.
Pelepasan mahasiswa dilaksanakan secara simbolis di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C Unair, pada Senin (5/1).
Pendidikan di Luar Kampus: Implementasi Ilmu Langsung
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (AMA) Unair, Prof. Ir. Mochammad Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D., menekankan bahwa BBK bukan sekadar program rutin.
“BBK ini merupakan media pendidikan, di mana mahasiswa tidak hanya berkutat dalam kampus, tapi juga mengejawantahkan ilmunya di masyarakat,” ujarnya.
Prof. Amin, yang juga guru besar Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), berpesan agar mahasiswa tetap memegang prinsip excellence with morality serta menjaga nama baik almamater.
Fokus pada Keberlanjutan: Wariskan Program Unggulan
Keunikan BBK tahun ini terletak pada komitmen keberlanjutan. Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) Unair, Prof. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meninggalkan dampak jangka panjang.
“Desa-desa tempat mahasiswa mengabdi kami titipkan program unggulan yang sifatnya berkelanjutan. Program tersebut harus tuntas dan membawa dampak nyata bagi daerah,” jelas Prof. Hery.
Pendekatan ini selaras dengan Misi 1 Unair dalam mewujudkan SDGs, yang menekankan pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Tantangan dan Harapan: Menjadi Duta Universitas
Baik Prof. Amin maupun Prof. Hery menegaskan bahwa para mahasiswa adalah duta universitas di lapangan. Setiap tindakan dan kinerja mereka akan mencerminkan kualitas Unair.
Mereka berharap seluruh peserta dapat menjalankan program dengan lancar, bekerja maksimal, dan kembali dengan selamat, membawa pengalaman berharga serta kontribusi berarti bagi masyarakat.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan