RADAR SURABAYA - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 menimbulkan kerusakan besar.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa sebanyak 213 ribu rumah terdampak.
Sementara itu, data terbaru BNPB per 1 Januari 2026 mencatat 1.157 korban meninggal dunia, 165 orang masih hilang, dan lebih dari 380 ribu jiwa mengungsi.
Menurut Tito, data rumah rusak terus bergerak dinamis. Berdasarkan laporan Kementerian Dalam Negeri, yang rusak ringan sebanyak 68.850 unit, rusak sedang 37.520 unit, dan rusak berat sebanyak 56.108 unit.
“Pak Kepala BNPB barusan menyampaikan data terbaru, karena memang ini datanya bergerak dinamis. Sehingga total rumah yang terdampak itu lebih kurang 213.000 unit,” kata Tito dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
Tito menekankan bahwa penanganan hunian masyarakat terdampak membutuhkan dukungan data cepat dari pemerintah daerah.
“Mohon yang dari Aceh, kalau bisa lebih cepat lagi. Karena jangan sampai masyarakat menyalahkan pemerintah karena tidak cepat, padahal pemerintah menunggu data itu. Data ini kuncinya dari para bupati dan wali kota,” ujarnya.
BNPB melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, menyampaikan update korban jiwa.
“Hasil operasi pencarian hari ini menambah jumlah korban meninggal menjadi 1.157 jiwa. Sebanyak 165 orang masih dinyatakan hilang, dan 380.360 jiwa masih mengungsi di tiga provinsi terdampak,” kata Abdul Muhari.
BNPB juga menyiapkan lebih dari 1.000 hunian sementara dan santunan dari Kementerian Sosial bagi keluarga korban.
“Kami simpati dan belasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban. Operasi pencarian masih terus dilakukan,” tutup Abdul Muhari. (trn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari