Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BPBD Jatim: Curah Hujan Bulan Januari 2026 Diprediksi Meningkat, Waspada Cuaca Ekstrem

Mus Purmadani • Kamis, 1 Januari 2026 | 14:19 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem di Surabaya. (AI)
Ilustrasi cuaca ekstrem di Surabaya. (AI)

RADAR SURABAYA – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto, meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem pada awal 2026. Pasalnya, berdasarkan data BMKG Juanda, curah hujan di Jawa Timur diperkirakan mengalami peningkatan signifikan pada Januari 2026.

Gatot mengungkapkan, intensitas hujan pada Desember 2025 tercatat sekitar 20 persen. Namun, pada Januari 2026 angkanya diproyeksikan meningkat hingga 58 persen atau hampir tiga kali lipat. Sementara pada Februari 2026 diperkirakan menurun menjadi sekitar 22 persen, meski masih lebih tinggi dibanding Desember 2025.

“Peningkatan curah hujan ini tentu berpotensi menimbulkan banjir dan longsor. Karena itu, kami sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan seluruh BPBD kabupaten/kota di Jawa Timur,” ujar Gatot, Kamis (1/1).

Ia mengimbau jajaran BPBD daerah segera melakukan langkah antisipatif. Mulai dari menginformasikan potensi cuaca ekstrem kepada masyarakat, menyiapkan sarana dan prasarana kebencanaan, hingga mengevaluasi kondisi wilayah masing-masing.

Langkah antisipasi yang dilakukan antara lain pembersihan sungai, penguatan tanggul, serta pengecekan daerah lereng gunung dan perbukitan. Menurut Gatot, material sampah yang menghambat aliran air berpotensi memicu banjir bandang jika tidak segera ditangani.

“Saya juga meminta BPBD di seluruh Jawa Timur untuk berkolaborasi dengan OPD terkait, TNI/Polri, dan masyarakat. Mitigasi awal sangat penting agar curah hujan tinggi tidak menimbulkan bencana yang merenggut jiwa maupun merusak wilayah,” tegasnya.

Selain itu, atas arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, BPBD Jatim juga meningkatkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 5 Desember 2025. Upaya ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk mengurangi intensitas hujan di daratan.

“Dengan OMC, diharapkan curah hujan tidak turun terlalu deras di wilayah darat karena dialihkan ke laut,” jelas Gatot.

Terkait daerah rawan bencana, Gatot menyebut wilayah selatan Jawa Timur menjadi perhatian utama. Di antaranya Banyuwangi, Lumajang, Jember, Malang, Trenggalek, dan Pacitan. Evaluasi kondisi sungai dan infrastruktur terus dilakukan untuk mencegah potensi banjir.

“Kalau ada sampah yang menyangkut di sungai atau jembatan, harus segera dibersihkan agar aliran air tetap lancar,” ujarnya.  (mus)

Editor : Lambertus Hurek
#BPBD Jaim #Gubernur Jatim #cuaca ekstrem #BMKG Juanda #curah hujan #khofifah indar parawansa