Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Refleksi Olahraga 2025, KONI Jawa Timur Susun Strategi Emas 2026 Menuju PON XXII Tahun 2028

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 31 Desember 2025 | 20:56 WIB
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil.

RADAR SURABAYA – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil, memaparkan refleksi kinerja olahraga sepanjang tahun 2025 sekaligus

membeberkan arah strategis pembinaan atlet Jawa Timur pada 2026 hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Dalam refleksi akhir tahun tersebut, Nabil menegaskan bahwa fokus utama pembinaan ke depan tidak lagi merata pada seluruh cabang olahraga (cabor), melainkan diarahkan secara selektif dan berbasis potensi prestasi.

“Kalau kita tidak bisa memegang seluruh cabor, tentu nomor-nomor tertentu di dalam cabor itu yang akan kita prioritaskan,” tegas Nabil.

Evaluasi Menyeluruh Cabor Sepanjang 2025

Sepanjang 2025, KONI Jatim telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabor berdasarkan capaian prestasi, kontribusi medali, kualitas pembinaan, serta proyeksi potensi di level nasional dan internasional.

Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penentuan cabor prioritas yang akan mendapat penguatan pembinaan menuju agenda besar nasional, khususnya PON XXII 2028.

“Tidak semua cabor akan kita bina penuh. Kita fokus pada nomor-nomor yang peluang medalinya paling besar,” jelasnya.

Fokus Jangka Pendek: PON Bela Diri 2026

Untuk agenda jangka pendek, perhatian KONI Jatim tertuju pada PON Bela Diri 2026 yang akan digelar di Manado, Sulawesi Utara pada pertengahan tahun.

Delapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan meliputi: muaythai, tinju, kickboxing, kurash, yongmoodo, hapkido, MMA, dan anggar.

Berbeda dengan event serupa sebelumnya di Kudus yang memiliki waktu persiapan terbatas, kali ini KONI Jatim melakukan persiapan jauh lebih sistematis.

“Yang delapan cabor ini akan kita persiapkan lebih lama agar peningkatan prestasinya lebih optimal,” kata Nabil.

Menuju PON 2028: Hitung Medali Sejak Dini

Untuk jangka panjang, KONI Jatim mulai menyusun peta kekuatan dan proyeksi medali menuju PON XXII 2028.

Cabor-cabor yang memiliki potensi emas langsung dimasukkan ke dalam program pembinaan prioritas.

Strategi ini dilakukan agar Jatim tetap berada di barisan teratas perolehan medali nasional.

Pantau Atlet Lewat Single Event

Nabil menegaskan bahwa ukuran prestasi atlet tidak bisa hanya dilihat dari aktivitas latihan atau training camp.

Keikutsertaan dalam single event nasional maupun internasional menjadi indikator utama.

“Kalau hanya latihan, prestasinya belum terukur. Harus ada track record dari kejuaraan-kejuaraan yang diikuti,” tegasnya.

Selain itu, kualitas latihan akan dipantau lebih ketat dan pendekatan khusus akan diberikan kepada cabor yang dalam beberapa tahun terakhir belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Pendekatan untuk Cabor Minim Medali

Perhatian khusus juga diarahkan kepada cabor dengan jumlah peserta sangat besar, bahkan mencapai ribuan atlet, namun hasil medalinya masih minim.

“Kita akan bantu cabor-cabor yang medalinya masih jauh dari target. Rekrutmen harus objektif, sportif, tanpa sekat. Satu alat ukurnya: prestasi,” tandas Nabil.

Target Besar: Jatim Pusat Prestasi Nasional

Lebih jauh, Nabil menegaskan visi besar KONI Jatim untuk menjadikan Jawa Timur sebagai pusat pembinaan, pembibitan, dan prestasi olahraga nasional.

Kontribusi atlet Jatim di SEA Games selama ini menjadi bukti konsistensi tersebut, di mana Jatim selalu menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia.

Terakhir di SEA Games 2025 Thailand, dari 131 atlet dan 27 pelatih asal Jawa Timur yang menjadi bagian dari kontingen Indonesia, menyumbang 29 medali emas, 29 perak, dan 33 perunggu.

“Saya mengapresiasi atlet-atlet berprestasi di SEA Games kemarin. Ke depan harus muncul generasi baru, sekaligus penguatan kualitas pelatih,” ujarnya.

Menutup refleksi akhir tahun, Nabil berharap prestasi olahraga Jawa Timur ke depan semakin meningkat, terukur, dan berkelanjutan.

“Mudah-mudahan prestasinya lebih baik dari sebelumnya. Ukurannya jelas, bukan hanya latihan, tapi prestasi di event yang diikuti,” pungkasnya.(rak)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#PON Bela Diri #PON XXII 2028 #Jawa Timur #Muhammad Nabil #Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)