RADAR SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan masyarakat pascabanjir.
Kegiatan ini berlangsung pada 16–20 Desember 2025 dengan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program tersebut difokuskan pada pembentukan posko kesehatan serta penyerahan alat kesehatan dan obat-obatan guna menunjang pelayanan medis di wilayah kerja Puskesmas Kejuruan Muda dan RSUD Aceh Tamiang.
Banjir yang melanda wilayah tersebut sebelumnya menyebabkan lumpuhnya operasional puskesmas karena fasilitas dan persediaan medis terendam air, sementara kebutuhan layanan kesehatan masyarakat justru meningkat.
Ketua tim PKM, dr. Rizky Patria Nevangga, M.Or., menjelaskan bahwa posko kesehatan didirikan sebagai pusat layanan, koordinasi, dan rujukan medis pada masa tanggap darurat dan pemulihan awal pascabencana.
“Posko kesehatan menjadi sarana untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan medis dasar. Alat kesehatan yang diserahkan diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh puskesmas dan rumah sakit daerah,” ujarnya.
Tim PKM Unesa terdiri atas dokter dari Fakultas Kedokteran dan psikolog dari Fakultas Psikologi. Tim dokter memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir, sementara tim psikolog melakukan pendampingan psikososial, khususnya bagi pengungsi yang mengalami tekanan pascatrauma.
Layanan tersebut tidak hanya diberikan di posko kesehatan, tetapi juga menjangkau sejumlah desa di wilayah kerja Puskesmas Kejuruan Muda, seperti Dusun Air Mancur, Alur Seulebu, Sidodadi, serta desa-desa lainnya.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Puskesmas Kejuruan Muda, dan RSUD Aceh Tamiang sebagai mitra utama. Koordinasi ini bertujuan memastikan bantuan alat kesehatan dan layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan standar pelayanan medis.
Selain pelayanan langsung, tim PKM juga melakukan asesmen kondisi kesehatan masyarakat. Hasil asesmen digunakan sebagai dasar penguatan layanan kesehatan dasar dan rujukan, terutama untuk mengantisipasi penyakit yang rentan muncul pascabencana, seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, dan gangguan pencernaan.
Menurut Rizky, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus wujud komitmen Unesa dalam merespons isu kemanusiaan berbasis keilmuan.
“Kami tidak hanya hadir pada masa darurat, tetapi juga berupaya memastikan keberlanjutan layanan kesehatan masyarakat setelah bencana,” katanya.
Melalui program ini, Unesa berharap sinergi dengan fasilitas kesehatan daerah dapat terus terjalin dan berkontribusi nyata dalam memperkuat sistem layanan kesehatan masyarakat pascabencana di Aceh Tamiang. (rmt/vga)
Editor : Vega Dwi Arista