Salut! LaNyalla Puji Atlet Jawa Timur, Kontribusi Emasnya Bikin Indonesia Meroket di SEA Games 2025
Rahmat Adhy Kurniawan• Selasa, 30 Desember 2025 | 23:26 WIB
Senator asal Jawa Timur AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang juga Ketua PB Muaythai Indonesia.
Kontribusi Atlet Jatim Dominan di SEA Games 2025, Sumbang Hampir 32 Persen Emas Indonesia
RADAR SURABAYA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi luar biasa atlet Jawa Timur dalam
perolehan medali Indonesia pada SEA Games Thailand 2025 yang berlangsung pada 9–20 Desember 2025.
LaNyalla menilai capaian atlet Jawa Timur sangat mencolok dan layak mendapat penghargaan khusus, mengingat keterbatasan jumlah kontingen serta absennya salah satu
cabang olahraga andalan Jawa Timur, yakni selam, yang tidak dipertandingkan pada ajang tersebut.
“Dari statistik, atlet Jawa Timur hanya 131 orang atau 12,8 persen dari total 1.021 atlet Indonesia. Sementara DKI Jakarta mengirim 205 atlet atau 20,07 persen.
Namun, Jawa Timur mampu menyumbang 29 emas, 29 perak, dan 33 perunggu,” ujar LaNyalla, Selasa (30/12).
Secara keseluruhan, Indonesia meraih 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Artinya, 29 emas dari Jawa Timur setara dengan 31,87 persen dari total emas Indonesia.
Angka tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi penyumbang emas terbesar kedua nasional, hanya berada di bawah Jawa Barat yang mengirim kontingen jauh lebih besar, yakni 278 atlet.
Sementara itu, DKI Jakarta yang mengirim atlet terbanyak kedua hanya menyumbang 25 emas, 22 perak, dan 30 perunggu.
Puslatda Jadi Kunci Keberhasilan
LaNyalla juga mengapresiasi peran KONI Jawa Timur serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang konsisten mendukung program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) secara intensif, berjenjang, dan terukur.
Program tersebut terbukti melahirkan atlet-atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga unggulan.
Sejumlah cabang olahraga seperti panahan, angkat besi, tenis, wushu, dan triatlon menjadi lumbung emas bagi Jawa Timur dan Indonesia.
“Terima kasih kepada patriot-patriot olahraga Jawa Timur yang telah berjibaku dan memberikan sumbangsih besar bagi prestasi Indonesia,” tegasnya.
Sebagai Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, LaNyalla juga menyampaikan kebanggaannya terhadap prestasi atlet muaythai Indonesia yang
berhasil meraih medali perak dan perunggu, meski harus bersaing langsung dengan Thailand yang dikenal sebagai tempat kelahiran cabang olahraga bela diri muaythai.
Menurutnya, raihan tersebut menunjukkan kualitas pembinaan atlet nasional yang semakin matang dan kompetitif di level Asia Tenggara.
Evaluasi dan Penguatan Pembinaan Atlet
Lebih lanjut, LaNyalla menegaskan bahwa prestasi Jawa Timur di SEA Games 2025 harus menjadi pelecut semangat bagi KONI Jatim dan seluruh pengurus cabang olahraga untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
Fokus ke depan, kata dia, perlu diarahkan pada penguatan program Puslatda serta peningkatan frekuensi uji coba (try out) baik di dalam maupun luar negeri sebagai fondasi pembentukan atlet profesional berkelas internasional.
“Prestasi ini bukan garis akhir, melainkan pijakan awal menuju capaian yang lebih tinggi di ajang olahraga internasional berikutnya,” pungkas LaNyalla. (rak)