Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lagi! Balita 3 Tahun Meninggal Tenggelam di Kolam Renang, Kali Ini di Jati Park Jember

Nurista Purnamasari • Selasa, 30 Desember 2025 | 21:46 WIB

 

Ilustrasi anak tenggelam.
Ilustrasi anak tenggelam.

RADAR SURABAYA - Tragedi anakanak meninggal tenggelam di kolam renang kembali terjadi. Dan lagi-lagi akibat kelengahan pengawasan orang tua.

Kali ini peristiwa memilukan terjadi di kolam renang Jati Park, Dusun Krajan, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Minggu (28/12) siang.

Seorang balita bernama Alzada Chiesa D. Rola, 3, warga Perum Taman Gading, Kaliwates, ditemukan tewas mengambang Peristiwa ini sempat viral di media sosial dan menimbulkan keprihatinan masyarakat atas lemahnya pengawasan di kolam renang.

Kapolsek Jenggawah, Iptu Andi Ferry Cristian, menyebut insiden tersebut tidak dilaporkan oleh pihak pengelola maupun keluarga korban. Polisi baru mengetahui setelah kabar tenggelamnya balita menyebar di media sosial.

“Selanjutnya anggota polsek melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kolam renang Jati Park tersebut,” kata Ferry dikutip dari Radar Jember, Senin (29/12).

Korban datang bersama ibunya, Alifiah Febrianti, untuk berenang di kolam renang Jati Park.
Saat itu, korban mandi di kolam dengan kedalaman 40 cm, sementara sang ibu berada di kolam lain dengan kedalaman 1 meter.

Diduga, korban tenggelam tanpa disadari hingga akhirnya ditemukan mengambang oleh pengunjung lain.

“Meninggalnya korban karena kelalaian orang tua, termasuk pengelola kolam renang. Seharusnya ada petugas jaga di masing-masing kolam agar bisa segera mengetahui ketika ada anak kecil yang tenggelam,” tegas Ferry.

Ironisnya, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pengunjung lain, bukan oleh pihak pengelola maupun orang tua korban.

Setelah ditemukan, korban langsung dibawa ke Puskesmas Jenggawah oleh pihak pengelola dan keluarga. Namun nyawa korban tidak tertolong.

Orang tua korban kemudian menolak dilakukan otopsi dan mengikhlaskan anaknya meninggal sebagai musibah.

“Setelah membuat surat pernyataan, jasad korban diserahkan kepada keluarganya untuk dibawa pulang,” jelas Ferry.

Kapolsek Jenggawah menegaskan bahwa pihak pengelola kolam renang harus lebih ketat dalam mengawasi pengunjung, terutama anak-anak. Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak lengah saat mendampingi anak di tempat wisata air.

“Jangan sampai ada kejadian lagi hingga mengakibatkan korban jiwa. Apalagi saat libur Natal dan Tahun Baru, pengunjung biasanya meningkat tajam,” pungkas Ferry.

Tragedi tenggelamnya balita di Jember ini mengingatkan publik pada kasus serupa di Sumatera Utara beberapa hari yang lalu.

Dua bocah kembar meninggal usai tenggelam di kolam berenang di salah satu kolam renang kawasan Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Kedua bocah perempuan itu berinisial CST, 7, dan CAT, 7.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (26/12) sekitar pukul 15.45 WIB. Momen kedua bocah coba diselamatkan warga sekitar usai ditemukan terapung di dalam kolam viral.

"Menurut keterangan dari saksi bahwasanya dia diinformasikan oleh adanya dua orang anak perempuan yang terapung di tengah kolam. Lalu, saksi langsung masuk ke dalam kolam dan membawa ke pinggir kolam untuk memberikan pertolongan pertama kepada kedua korban," kata Kapolsek Medan Tembung AKP Ras Maju Tarigan, Minggu (28/12).

Meski mendapatkan pertolongan, kedua korban tidak memberikan reaksi apapun. Kedua korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun sudah dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan beberapa saksi, bahwa saat kedua bocah tersebut tenggelam kedua orang tua tidak mengawasi, bahkan meninggalkan bocah tersebut ke area berbeda di kompleks kolam renang tersebut.

"Hasil pemeriksaan Tim Inafis Polrestabes Medan bahwa kedua korban meninggal dunia dikarenakan tenggelam saat berenang," tuturnya.

Polisi sudah datang ke lokasi kejadian. Pihak keluarga yang mengaku ikhlas tidak berkenan jenazah dua bocah tersebut diautopsi.

"Pihak keluarga sudah sepakat menyatakan bahwa sudah ikhlas atas kejadian tersebut dan bersedia untuk membuat surat tidak dilakukan autopsi," jelasnya. (rdj/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#sumatera utara #kolam renang #jember #deli serdang #bocah meninggal #Bocah Tenggelam