RADAR SURABAYA — Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menargetkan peningkatan signifikan jumlah guru besar pada 2026.
Kampus berjuluk Rumah Para Juara itu membidik penambahan 30 hingga 40 guru besar baru tahun depan dengan menyiapkan anggaran riset khusus sebesar Rp50 miliar.
Komitmen tersebut ditegaskan Rektor UNESA, Prof. Nurhasan, bertepatan dengan pengukuhan 11 guru besar baru pada Senin (29/12).
Menurutnya, penguatan sumber daya manusia akademik menjadi pilar utama UNESA dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Kami menyiapkan anggaran, skema pendampingan, serta mendorong para dosen agar semakin aktif dalam penelitian melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, baik di bidang pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. Nurhasan.
Skema Khusus Percepatan Guru Besar
UNESA tidak hanya mengalokasikan dana, tetapi juga merancang skema khusus percepatan karier dosen menuju jabatan guru besar.
Skema ini mencakup pendampingan akademik, peningkatan kualitas riset, serta dorongan agar hasil penelitian menghasilkan paten dan inovasi aplikatif.
“Para guru besar kami dorong menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi bangsa dan negara,” jelasnya.
Fokus Riset Sesuai Kebutuhan Nasional dan Global
Arah pengembangan riset UNESA dirancang selaras dengan kebijakan nasional dan kebutuhan global, mulai dari arahan Presiden Prabowo, target Sustainable Development Goals (SDGs), pemeringkatan internasional, hingga rencana strategis kementerian.
Selain itu, UNESA memperkuat keunggulan khas di bidang seni, olahraga, dan disabilitas, sebagai identitas institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Rasio Guru Besar Masih di Bawah Ideal
Saat ini, jumlah guru besar aktif di UNESA tercatat 151 orang dari total sekitar 1.700 dosen. Sebelumnya, jumlah guru besar sempat mencapai 214 orang, namun sebagian telah
memasuki masa purna tugas. Rekrutmen 500 dosen muda baru-baru ini turut memengaruhi rasio tersebut.
“Idealnya rasio guru besar berada pada kisaran 10–15 persen. Saat ini kami masih di angka 8–9 persen,” ungkap Prof. Nurhasan.
Karena itu, UNESA akan memperkuat perencanaan kenaikan jabatan dosen secara sistematis.
“Semua harus dilakukan secara by design, bukan by accident, agar kualitas tetap terjaga,” tegasnya.
Rp50 Miliar Khusus untuk Riset
Sebagai fondasi percepatan tersebut, UNESA mengalokasikan Rp50 miliar khusus untuk penelitian, di luar anggaran pengabdian masyarakat dan kegiatan akademik lainnya.
“Anggaran ini kami fokuskan untuk memperkuat kualitas dan kuantitas riset sebagai basis utama peningkatan jabatan akademik,” pungkasnya.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan