RADAR SURABAYA - Sebuah kapal pinisi bernama Dewi Anjani tenggelam di perairan Dermaga Pink, Labuan Bajo, Senin (29/12) pagi. Video amatir yang beredar memperlihatkan kapal miring sebelum akhirnya nyaris seluruh badan kapal terendam air di dekat kawasan Bukit Pramuka.
Peristiwa ini sontak menghebohkan warga dan wisatawan yang berada di sekitar dermaga.
Dalam rekaman video yang diperoleh media lokal, terlihat kapal oleng hingga akhirnya tenggelam hampir seluruhnya.
Seorang warga yang merekam kejadian tersebut mengatakan, “Kapal Dewi Anjani tenggelam di depan Dermaga Pink,” ujarnya kepada wartawan.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo membenarkan insiden tersebut.
Menurut KSOP, kapal tenggelam saat dalam kondisi berlabuh. Hingga kini, penyebab pasti tenggelamnya kapal belum diketahui dan informasi terkait kemungkinan adanya korban masih dalam proses verifikasi.
KSOP bersama unsur maritim lainnya di Labuan Bajo sedang berkoordinasi dengan Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko di Posko Nataru Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo.
Pertemuan tersebut juga membahas penanganan tragedi kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12), menewaskan dan menenggelamkan sejumlah wisatawan asal Spanyol.
Sementara itu, wilayah Labuan Bajo dilaporkan diguyur hujan lebat sejak pagi, yang diduga turut memperburuk kondisi perairan.
Tenggelamnya kapal pinisi Dewi Anjani di Dermaga Pink Labuan Bajo menambah daftar insiden maritim di kawasan wisata Nusa Tenggara Timur.
Sebelumnya kapal semi pinisi KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (26/12) malam.
Kapal tersebut mengangkut total 11 orang, terdiri dari wisatawan asing, pemandu wisata, dan kru kapal. Tujuh orang berhasil selamat sedangkan satu orang wisatawan asal Spanyol ditemukan meninggal. Sementara tiga orang lainnya, yakni pelatih Tim B sepak bola Wanita Valencia CF di Spanyol, Fernando Martin Carreras dan dua anak lainnya masih belum ditemukan. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari