RADAR SURABAYA - Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan pada Minggu (28/12), akibat curah hujan tinggi yang mengguyur sejak akhir pekan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 18.348 warga terdampak, dengan 302 orang terpaksa mengungsi ke lokasi aman.
Empat kabupaten/kota yang paling parah terdampak adalah Balangan, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Banjarbaru.
Genangan air merendam ribuan rumah warga, fasilitas umum, serta memutus akses jalan di beberapa desa.
Di Kabupaten Banjar, banjir melanda 89 desa di 14 kecamatan dengan total 6.593 kepala keluarga atau 18.348 jiwa terdampak.
Dari jumlah tersebut, 302 orang harus mengungsi, sementara ribuan lainnya bertahan di rumah masing-masing meski terendam.
Data BPBD menunjukkan sebanyak 5.206 unit rumah terdampak, dengan 1.714 unit masih terendam hingga laporan terakhir. Kelompok rentan seperti lansia, balita, bayi, anak-anak, dan ibu hamil juga ikut terdampak.
Di Kabupaten Balangan, ketinggian air sempat mencapai atap rumah di beberapa desa seperti Mayanau, Tebing Tinggi, Simpang Bumbuan, dan Simpang Nadong.
Sementara itu, di Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, tim SAR gabungan melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet.
Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa banjir terjadi hampir bersamaan di empat wilayah akibat intensitas hujan tinggi.
“Di wilayah Kalimantan Selatan, banjir melanda empat kabupaten dan kota di waktu yang hampir bersamaan,” ujarnya. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri terus melakukan evakuasi dan distribusi bantuan logistik untuk warga terdampak.
Pemerintah daerah bersama tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan pendataan, sementara warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.
Bencana ini menjadi pengingat penting akan perlunya penguatan sistem mitigasi banjir, perbaikan tata kelola lingkungan, serta kesiapan logistik darurat untuk melindungi masyarakat di wilayah rawan bencana. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari