Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

KH Mutawakkil Terpilih Aklamasi, MUI Jatim Siap Perkuat Peran Umat 2026–2031

Rahmat Sudrajat • Senin, 29 Desember 2025 | 02:00 WIB
Kiai Haji Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah kembali dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.
Kiai Haji Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah kembali dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

RADAR SURABAYA — Kiai Haji Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah kembali dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum MUI Jatim periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI yang digelar di Surabaya, 2025.

Terpilihnya kembali KH Mutawakkil menegaskan kepercayaan penuh para peserta Musda terhadap kepemimpinan ulama kharismatik asal Probolinggo tersebut dalam memperkuat peran MUI sebagai garda moral umat dan mitra strategis pemerintah.

Musda XI: Momentum Menentukan Arah Perjuangan MUI

Dalam sambutannya, KH Mutawakkil menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan momentum strategis untuk melakukan refleksi, evaluasi, serta peneguhan arah perjuangan MUI Jawa Timur ke depan.

“Dalam khittah organisasi, MUI Jawa Timur senantiasa memegang dua peran utama, yakni sebagai khadim al-ummah (pelayan umat) dan shadiq al-hukumah (mitra pemerintah).

Dua peran ini harus berjalan seiring, saling menguatkan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” tegasnya.

Sebagai pelayan umat, MUI Jatim terus berkomitmen memberikan bimbingan keagamaan, memperkuat akidah dan akhlak, menerbitkan fatwa, serta mendampingi masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.

“Kehadiran MUI harus memberikan tuntunan yang menenteramkan, edukatif, dan solutif bagi masyarakat,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, itu.

Apresiasi MUI Pusat: Pengabdian Bernilai Ibadah dan Investasi Akhirat

Ketua Umum MUI Pusat KH Anwar Iskandar mengapresiasi capaian dan keberhasilan MUI Jawa Timur pada periode sebelumnya.

Ia menilai kinerja kepengurusan yang dipimpin KH Mutawakkil layak dipertahankan dan ditingkatkan.

“Pengabdian di MUI sarat dengan nilai ibadah dan kemaslahatan. Tidak hanya berdampak di dunia, tetapi juga menjadi investasi akhirat,” tuturnya.

Ia menegaskan, MUI merupakan wadah berhimpunnya para ulama dari berbagai latar belakang organisasi kemasyarakatan Islam dengan satu tujuan luhur: menghadirkan kemaslahatan bagi bangsa dan negara.

“Sehebat apa pun tujuan, jika tidak dilakukan dengan cara yang baik, maka tidak akan menghasilkan kebaikan. MUI harus terus melayani umat dan menjadi mitra terbaik bagi pemerintah,” katanya.

Tantangan MUI: Lawan Kemiskinan hingga Dampak Negatif Digitalisasi

KH Anwar juga mengingatkan bahwa tantangan MUI ke depan semakin kompleks, mulai dari upaya menyejahterakan umat, memerangi kebodohan dan kemiskinan, hingga menghadapi dampak negatif digitalisasi yang kini menjadi medan jihad zaman modern.

“Masa depan anak cucu kita harus diselamatkan. Karena itu, penguatan program peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama MUI,” ujarnya.

Khofifah: Sinergi Ulama dan Umara Kunci Pembangunan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan peran strategis ulama sebagai penjaga moral dan penuntun umat, sementara umara memikul tanggung jawab besar dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan publik.

“Ketika ulama dan umara berjalan seiring dan saling menguatkan, insyaallah pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga kokoh secara spiritual dan sosial,” kata Khofifah.(rmt) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#KH Mutawakkil Alallah #Jawa Timur #Majelis Ulama Indonesia (MUI) #mui jatim