RADAR SURABAYA - Sejumlah wilayah di Indonesia diguncang gempa bumi dalam beberapa hari terakhir, mulai dari Raja Ampat di Papua Barat hingga Pulau Enggano di Bengkulu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa yang terjadi di Enggano pada Jumat (26/12) dini hari berkekuatan magnitudo 3,5 dengan kedalaman 19 km.
Sebelumnya, wilayah Bengkulu juga diguncang gempa tektonik magnitudo 4,6 pada Sabtu (20/12) malam. BMKG menyebut gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Enggano dan tidak berpotensi tsunami.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa di Bengkulu merupakan gempa dangkal yang berpusat di laut, sehingga getarannya terasa hingga permukaan.
“Gempa di Enggano dipicu oleh aktivitas Sesar Enggano. Meski tidak berpotensi tsunami, masyarakat tetap perlu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” ujar Daryono.
BMKG juga menegaskan bahwa informasi gempa dapat berubah seiring kelengkapan data. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang tersedia.
Di sisi lain, wilayah Raja Ampat juga dilaporkan mengalami gempa dengan intensitas ringan. Meski tidak menimbulkan kerusakan, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan Indonesia yang berada di jalur cincin api (ring of fire) rawan terhadap aktivitas seismik.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang, tidak panik, dan memastikan kesiapan jalur evakuasi.
Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan sosialisasi mitigasi bencana agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi gempa di masa mendatang.
BMKG menegaskan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat tetap diminta waspada dan mengikuti arahan resmi.
“Indonesia berada di jalur ring of fire, sehingga gempa adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana,” tutup Daryono. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari