RADAR SURABAYA — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan perjalanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan
menyiagakan 3.700 personel dan menetapkan tujuh lokasi rawan cuaca ekstrem di jalur kereta api.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan perjalanan akibat kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi sepanjang periode Nataru.
Tujuh Titik Rawan Dipantau Ketat
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa pihaknya menetapkan tujuh Daerah Pantauan Khusus (Dapsus), terdiri atas satu titik di lintas utara dan enam titik di lintas selatan yang dipantau selama 24 jam.
“Kami meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi gangguan akibat hujan lebat, longsor, dan genangan,” ujar Mahendro, Kamis (25/12).
Lebih dari 100 Personel Ekstra Disiagakan
Selain personel organik, KAI Daop 8 juga menurunkan lebih dari 100 personel tambahan untuk memperkuat pengawasan di titik-titik rawan.
Sebanyak 94 personel PJL (Penjaga Jalan Lintasan) dan 34 personel JPJ (Jabatan Pengangkutan Jalan) dikerahkan hingga berakhirnya masa posko Nataru.
Sementara itu, sekitar 10 personel khusus disiagakan di daerah pangkalan dan wilayah berisiko tinggi.
Ribuan Sarana dan Prasarana Siap Operasi
Dari sisi sarana, KAI Daop 8 telah menyiapkan:56 lokomotif, 16 KRDI, 60 kereta pembangkit, 454 unit kereta penumpang.
Seluruh armada telah melalui pemeriksaan teknis dan perawatan sesuai standar keselamatan. Sementara prasarana jalur kereta telah menjalani ramp check sejak November hingga awal Desember, termasuk penambahan penjagaan di perlintasan sebidang rawan kecelakaan.
Kolaborasi dengan TNI–Polri
Untuk memperkuat keamanan selama masa libur panjang, KAI Daop 8 menggandeng 69 personel TNI dan Polri guna membantu pengamanan di stasiun serta daerah rawan gangguan operasional.
“Pengamanan kami fokuskan di stasiun, perlintasan sebidang, serta wilayah dengan potensi risiko tinggi,” tutur Mahendro.
Fokus Keselamatan dan Ketepatan Waktu
Secara total, 3.700 personel diterjunkan, terdiri dari 2.100 pegawai organik dan 1.600 nonorganik, termasuk tenaga tambahan di lapangan.
“Seluruh sumber daya kami kerahkan untuk memastikan perjalanan masyarakat selama Nataru berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,” pungkas Mahendro.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan