Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

2.600 Calon Haji Jatim Mundur Sebelum Dinyatakan "Layak Berangkat" , Kuota 2026 Terdampak

Rahmat Sudrajat • Kamis, 25 Desember 2025 | 23:09 WIB

Jemaah haji saat diberangkatkan ke tanah suci pada pelaksanaan operasional haji 2025 dari Embarkasi Surabaya.
Jemaah haji saat diberangkatkan ke tanah suci pada pelaksanaan operasional haji 2025 dari Embarkasi Surabaya.

RADAR SURABAYA – Sebanyak 2.600 calon jemaah haji Jawa Timur memilih mundur atau menunda keberangkatan sebelum dinyatakan istitha’ah atau layak berangkat. Fenomena ini muncul jelang proses pelunasan biaya haji tahap kedua untuk keberangkatan tahun 2026.

Data tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, Selasa. Dari total kuota haji Jatim tahun 2026 sebanyak 42.409 jemaah, sekitar 11.250 orang masih dalam status belum istitha’ah. Sebanyak 2.600 di antaranya secara resmi menyatakan mundur atau menunda.

“Ini adalah bagian dari proses seleksi alamiah. Jemaah yang merasa belum siap secara kesehatan, finansial, atau mental, sering memilih mundur sebelum pemeriksaan kelayakan berakhir,” jelas Anam.

Pentingnya Status Istitha’ah dan Pemeriksaan Kesehatan

Istitha’ah merupakan status wajib yang menandakan calon jemaah layak secara kesehatan, administrasi, dan finansial untuk menjalankan ibadah haji. Saat ini, baru 31.171 jemaah yang telah dinyatakan istitha’ah.

Baca Juga: Prabowo Sebut Denda Rp 6,6 Triliun Bisa Bangun 100 Ribu Rumah Pengungsi

Anam menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini. “Masih ada 271 jemaah yang sama sekali belum periksa kesehatan. Kami imbau untuk segera ke puskesmas. Jangan memaksakan diri jika kondisinya belum memungkinkan,” pesannya.

Keputusan mundur ini membuka peluang bagi jemaah cadangan. Dari sekitar 9.000 jemaah cadangan, ditargetkan 60% atau sekitar 5.400 orang dapat naik status menjadi pemberangkat.

Pelunasan Baru Capai 66%, Daerah Diminta Akselerasi

Hingga berita ini diturunkan, realisasi pelunasan biaya haji baru mencapai 66% atau setara 27.799 jemaah. Kantor Wilayah Kemenhaj Jatim meminta semua Kantor Kabupaten/Kota mendorong percepatan pelunasan dan pendampingan melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

“Target kami pelunasan bisa capai 75%. Peran KBIHU dan pendampingan di daerah sangat penting,” ujar Anam.

Kloter Pertama Akan Berangkat dari Probolinggo

Berdasarkan hasil rapat koordinasi, Wilayah Kerja (Wilker) Malang mendapat urutan awal pemberangkatan. Kabupaten Probolinggo ditetapkan sebagai kloter pertama haji Jawa Timur 2026.

Rencananya, kloter pertama akan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dan berangkat ke Tanah Suci keesokan harinya, 22 April 2026.

Baca Juga: Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Jalan Pucang Jajar Surabaya

 Mengapa Banyak Jemaah Mundur?

Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab tingginya angka pengunduran diri ini:

  1. Faktor Kesehatan: Kesadaran untuk tidak memaksakan kondisi fisik yang tidak prima.

  2. Faktor Ekonomi: Kemampuan finansial yang berubah setelah mendaftar bertahun-tahun lalu.

  3. Faktor Informasi: Pemahaman yang lebih baik tentang beratnya ritual haji, sehingga memilih menunda hingga benar-benar siap.

  4. Efisiensi Antrean: Keputusan mundur memberi kesempatan bagi jemaah cadangan yang sudah sangat siap.

Keputusan mundur secara sukarela ini justru dianggap positif untuk memastikan ibadah haji dijalankan oleh jemaah yang benar-benar siap, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.(rmt)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Kuota 2026 #kementerian haji dan umrah #jemaah haji #Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah