Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nasib Sukardi Jamaah Haji Malang yang Hilang di Makkah Masih Menunggu Hasil DNA

Rahmat Sudrajat • Rabu, 24 Desember 2025 | 17:49 WIB

Kementerian Haji dan Umrah belum memastikan nasib jemaah haji yang hilang di Makkah. (IST)
Kementerian Haji dan Umrah belum memastikan nasib jemaah haji yang hilang di Makkah. (IST)

RADAR SURABAYA - Keberadaan jemaah haji Indonesia asal Kepanjen, Malang, Sukardi, 67 tahun, hingga kini masih menjadi misteri. Ia dilaporkan hilang di Makkah pada 29 Mei 2025.

Jamaah yang tergabung dalam Kloter SUB-79 Embarkasi Surabaya itu terakhir terlihat di Hotel Tala’ea Al-Khair, Makkah, Kamar 813. Sukardi diduga terpisah dari rombongan dua hari setelah tiba di Makkah.

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah  RI terus berusaha mencari keberadaan jamaah haji yang hilang di Tanah Suci. Salah satunya dengan tes DNA keluarga Sukardi.

Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Muh. As’adul Anam menyatakan bahwa pihaknya sudah mengambil sampel darah. Sampel itu akan dicocokkan dengan DNA jenazah di Arab Saudi.

"Jadi, Senin kemarin itu Kemenag pusat dan Mabes Polri sudah dilakukan pengambilan darah untuk pengujian DNA. Dan nanti akan dicocokkan dengan DNA jenazah yang meninggal di sana," tutur As’adul, Rabu (24/12).

Ia menyebutkan pemerintah Arab Saudi mengumpulkan jenazah yang ditemukan selama musim Haji 2025. Sampel darah keluarga Sukardi akan dicocokkan dengan DNA di rumah sakit sana.

"Nah, kalau cocok berarti keluarga yang mereka cari (Sukardi) saat ini sudah meninggal. Tetapi saya kira masih menunggu ya, menunggu pencocokan DNA yang di Arab Saudi," sambungnya.

Untuk mencegah kasus jemaah hilang, Kanwil Kemenhaj Jawa Timur memperketat persyaratan calon jamaah haji 1447 H/2026. Terutama pada lansia dan jamaah dengan riwayat kesehatan tertentu.

"Calon jemaah haji yang memiliki demensia dilarang berangkat (tidak lulus Istithaah). Fungsi petugas haji akan ditingkatkan, khususnya linjam (perlindungan jemaah). Penempatan jamaah dengan sistem blok," beber As’adul. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#jemaah haji Kepanjen #sukardi #kementerian haji dan umrah #jemaah haji #jemaah haji hilang #haji hilang